Banda Aceh, Investigasi.news — Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) sukses menggelar Milad ke-27 di Aula Asrama Haji Banda Aceh, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh dayah Aceh.
Milad ke-27 HUDA mengusung tema “Menjaga Ilmu, Merawat Adab, dan Menaati Guree Ummat”. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi para ulama untuk menyampaikan sejumlah gagasan dan rekomendasi terkait persoalan sosial serta keagamaan di Aceh.
Salah satu poin penting yang mengemuka dalam Milad tersebut adalah dorongan kepada Pemerintah Aceh untuk mendirikan dayah khusus yang dapat difungsikan sebagai pusat rehabilitasi pengguna narkoba.
Ketua Umum PB HUDA, Tgk. H. Anwar Usman, yang populer dengan sapaan Abia Kuta Krueng, mengatakan HUDA memiliki perjalanan panjang dalam mendampingi masyarakat Aceh, termasuk melewati masa konflik hingga era perdamaian.
Melalui sambungan telepon dengan Kontributor Investigasi.News, Abia Kuta Krueng mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk kembali mengenang perjuangan para ulama dalam menjaga perdamaian dan membangun kehidupan masyarakat.
“HUDA lahir saat Aceh dilanda konflik. Hingga saat ini masih berdiri dan berjalan. Itu bukanlah waktu yang singkat. Perjalanan yang dilalui dengan bertatih-tatih hingga mencapai usia 27 tahun, tepatnya pada Milad ke-27 ini. HUDA masih tetap menjadi mitra Pemerintah,” ujarnya.

Putra almarhum Abu Kuta Krueng tersebut menegaskan, perjalanan panjang HUDA merupakan bagian dari sejarah perjuangan ulama dayah dalam menjaga ilmu, adab, serta memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat Aceh.
Milad ke-27 HUDA juga menghasilkan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian organisasi. Salah satunya terkait upaya menghadirkan pendekatan rehabilitasi berbasis dayah bagi masyarakat yang terjerat penyalahgunaan narkoba.
Adapun sejumlah poin dan rekomendasi yang dihasilkan dalam Milad ke-27 HUDA selengkapnya tercantum dalam lampiran kegiatan.
(Herry)











