MALANG – Semangat persatuan dan khidmat kebersamaan mewarnai Konferensi VIII Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Karangploso yang digelar di Aula H.M. Thohir Shodiq, Kantor MWCNU Karangploso, Minggu (17/05/2025). Forum tertinggi organisasi tingkat kecamatan itu berlangsung demokratis dan menghasilkan kepemimpinan baru untuk periode mendatang.
Konferensi ini menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin Karangploso dalam menentukan arah perjuangan organisasi. Hadir dalam kegiatan tersebut para pengurus ranting, tokoh agama, kiai, badan otonom (banom) NU, hingga kader Nahdlatul Ulama dari berbagai desa di Kecamatan Karangploso.
Proses pemilihan berlangsung secara terbuka dan demokratis melalui mekanisme pemungutan suara. Masing-masing ranting memiliki hak satu suara untuk menentukan figur pemimpin MWCNU Karangploso ke depan.
Dari hasil konferensi, Gus Nahdlil Khoir kembali dipercaya memimpin sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Karangploso. Pengasuh Pondok Pesantren PPAI Annahdliyah, Desa Kepuharjo itu mendapat amanah untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi di tengah tantangan pemberdayaan umat yang semakin dinamis.
Usai terpilih, Gus Nahdlil Khoir menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas suksesnya konferensi yang berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat persaudaraan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas suksesnya Konferensi MWCNU Karangploso ini yang berjalan secara demokratis dan dinamis. Ini menunjukkan adanya ghirah dan semangat besar untuk kemajuan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Karangploso,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, fokus utama kepengurusan mendatang adalah memperkuat ukhuwah atau persaudaraan sebagai pondasi kekuatan organisasi.
“Program ke depan tentunya memperkuat ukhuwah Nahdliyah. Dari sana akan lahir kontribusi pemikiran agar Nahdlatul Ulama semakin berkembang, baik dalam ukhuwah Nahdliyah, ukhuwah basyariyah, maupun ukhuwah wathaniyah,” jelasnya.
Ia menegaskan, soliditas jamaah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan program-program NU ke depan.
“Kalau kita sudah kuat, menjalankan program apa pun akan lebih mudah. Kita harus kuat, baik secara kualitas maupun kuantitas,” tambahnya.
Tak hanya itu, Gus Nahdlil berharap NU di Karangploso semakin hadir di tengah masyarakat sebagai wadah pemberdayaan umat yang memberikan manfaat nyata.
“Harapan kami ke depan, umat semakin berdaya dan Nahdlatul Ulama semakin hadir untuk masyarakat,” katanya.
Menariknya, amanah kali ini menjadi periode kedua bagi Gus Nahdlil Khoir memimpin MWCNU Karangploso. Ia mengungkapkan pernah menjabat pada periode 2001–2006 dan kini kembali dipercaya oleh warga Nahdliyin.
“Alhamdulillah, kali ini kembali diberikan amanah untuk memimpin MWCNU Karangploso,” tuturnya.
Selain menetapkan Ketua Tanfidziyah, konferensi juga mengamanahkan K.H. Ahmad Lutfi Al-Hakim sebagai Rais Syuriyah MWCNU Karangploso. Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda (PP Mambaul Huda) itu menegaskan pentingnya berkhidmat melalui Nahdlatul Ulama sesuai garis perjuangan para ulama terdahulu.
“Kita berkhidmat dan berjuang melalui Nahdlatul Ulama sesuai garis yang telah ditetapkan para ulama dan awliya terdahulu, sehingga Nahdlatul Ulama tetap memiliki keistimewaan lahir dan batin di hati umat,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, baik melalui pemberdayaan ekonomi maupun penguatan spiritual umat.
Konferensi VIII MWCNU Karangploso pun ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan, menjadi simbol kuatnya persatuan warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi, dakwah, dan pengabdian kepada umat serta bangsa.
Guh



















