Pidie Jaya, Investigasi.News – Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Aceh, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan Socolatte Aceh dengan membagikan ratusan masker gratis kepada warga dan pengguna jalan.
Aksi sosial yang dilakukan pelaku usaha lokal tersebut berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), dengan menyasar masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Jalan Banda Aceh–Medan, tepatnya di dua lokasi, yakni pusat Kota Meureudu dan Simpang Layang, Kabupaten Pidie Jaya.
Masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pejalan kaki, hingga pedagang kecil yang beraktivitas di sekitar lokasi. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian Socolatte terhadap masyarakat yang berpotensi terdampak paparan asap dan debu akibat karhutla.
Pemilik Socolatte Aceh, Irwan Ibrahim, yang akrab disapa Bang Irwan, mengatakan kepada Investigasi.News bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian pihaknya terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang baik.
“Ini wujud kecil kepedulian kami. Asap sudah mulai mengganggu pernapasan. Kami ingin warga yang beraktivitas tetap terlindungi. Masker yang kami bagikan memang tidak banyak, tetapi semoga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bang Irwan.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui aksi besar. Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Bang Irwan juga menyampaikan bahwa Socolatte Aceh berencana kembali menggelar aksi serupa apabila kondisi kabut asap semakin memburuk atau tidak kunjung membaik.
“Jika kondisi asap semakin parah, kami akan kembali turun membagikan masker di lokasi yang berbeda. Harapannya, masker ini dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap,” tambahnya.
Socolatte Aceh merupakan usaha kuliner berbasis cokelat yang berasal dari Gampong Baroh Musa, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Selain mengembangkan usaha lokal, aksi berbagi masker tersebut menunjukkan keterlibatan pelaku usaha dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
Di tengah ancaman kabut asap karhutla, kepedulian seperti ini diharapkan dapat menginspirasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya di Pidie Jaya untuk turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.
Sebab, ketika kualitas udara memburuk dan masyarakat membutuhkan perlindungan, kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi berarti. Namun, upaya membagikan masker juga perlu diiringi langkah pencegahan karhutla serta imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk.
(KH)













