Malut, Investigasi.News-, Dalam rangka mendukung upaya eliminasi Penyakit Malaria, telah dilaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada kelompok Mobile Migrant Population (MMP) di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) atau Puskesmas Sahu, Tikong (Desa Nunu dan Ufung). Kegiatan ini difokuskan pada populasi berpindah dan pekerja migran yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan malaria.
Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama puskesmas melakukan sosialisasi dan pelatihan kader intervensi khusus MMP malaria paket hutan bagi lintas sektor dan kader bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan bahwa kelompok MMP tetap terjangkau oleh layanan kesehatan, meskipun memiliki mobilitas tinggi. Serta tujuan dari kegiatan ini melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan, termasuk akses pelayanan kesehatan, upaya pencegahan yang telah dilakukan, serta perilaku hidup sehat pada kelompok MMP. Selain itu, dilakukan edukasi terkait pencegahan malaria, seperti penggunaan kelambu berinsektisida, perlindungan diri dari gigitan nyamuk, serta pentingnya pemeriksaan dini apabila mengalami gejala
Ketika dikonfirmasi media ini, Nurbintang Talaohu (Kadinkes) Pemda Pulau Taliabu mengatakan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini diharapkan upaya pengendalian malaria pada kelompok berisiko tinggi dapat berjalan lebih optimal, sehingga mampu menekan angka penularan dan mendukung tercapainya eliminasi malaria”, ujarnya (18/5).







