Lima Puluh Kota-Turnamen Biliar PWI Bhayangkara Cup 2026 secara resmi dibuka Sabtu (18/7/2026) di 360 Billiard Cafe, kawasan Kelok Sembilan, Kabupaten Lima Puluh Kota. Ajang perdana ini diikuti 32 peserta lintas wilayah dari Sumatera Barat, Riau, hingga Jambi, menjadi bukti nyata kolaborasi harmonis antara Kepolisian Republik Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta pemerintah daerah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.
Ketua Panitia Pelaksana Romi Yunanda dalam laporannya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan moril maupun materil dari seluruh pihak. “Turnamen ini mengusung tema ‘Sinergi Presisi dengan Satu Pena: Menjalin Kemitraan, Mengukir Prestasi’. Tema ini mencerminkan komitmen bersama memperkuat kemitraan antara aparat penegak hukum dan awak media, sekaligus menjadi wadah melahirkan bibit atlet biliar berprestasi,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, SKM., MPPM., yang sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan filosofi mendalam di balik olahraga biliar. “Permainan ini adalah seni menjaga keseimbangan. Jika tak seimbang, mustahil menyelesaikan sasaran dengan baik. Sama halnya dengan dunia pers: meski ada ungkapan lama ‘wartawan bisa mencacikan anda’, tantangan terberat kita justru bagaimana menjaga keseimbangan, kebenaran, dan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi semangat kolaborasi yang terjalin. “Bapak Kapolres telah menegaskan: selama berita yang disampaikan berlandaskan fakta, kinerja kepolisian pun akan tercatat baik di mata publik. Itulah pondasi kemitraan yang kita bangun hari ini,” tambahnya.
Wakapolres Lima Puluh Kota Kompol Khairil Meidian menyampaikan pesan khusus dari Kapolres Lima Puluh Kota. Beliau berharap acara ini berjalan aman, lancar, dan sukses, serta sinergi antara PWI dan Polres semakin kokoh berkelanjutan. “Hubungan polisi dan media adalah satu kesatuan. Ada prinsip yang kami pegang: ‘Ingin daerah maju, kuncinya jalin hubungan erat dengan PWI’. Itu kata kunci yang tak akan kami tinggalkan,” tegasnya.
Mewakili Bupati Lima Puluh Kota, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga menyampaikan permohonan maaf pimpinan daerah yang berhalangan hadir karena tugas dinas. Ia menegaskan sinergitas adalah kunci keberhasilan kegiatan ini. “Di tengah keterbatasan, kita hadirkan acara berskala lintas provinsi. Ini bukti kekuatan kerja sama. Semoga turnamen ini tak hanya melahirkan juara, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari pelaku usaha hingga jasa penginapan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat Widya Nafis menyatakan ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana mempererat persaudaraan. “Melalui momen Hari Bhayangkara ini, kita harap hubungan Polres Lima Puluh Kota dan PWI semakin kokoh. Selamat bertanding, tunjukkan sportivitas dan kemampuan terbaik kalian,” pesannya.
Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Doni Ikhlas, S.H., dalam sambutannya menyamakan prinsip biliar dengan dunia jurnalistik. “Keduanya menuntut konsentrasi tinggi, ketelitian, dan tanggung jawab. Seperti pepatah kita ‘tongkat pusako tak tongkat beli baru’, nilai keaslian dan keseriusan harus kita pegang teguh, baik saat memegang stik maupun pena,” ungkapnya.
Turnamen perdana ini diharapkan menjadi langkah awal berkelanjutan, sekaligus memperkuat citra wilayah Kelok Sembilan sebagai satu kesatuan potensi budaya, pariwisata, dan olahraga yang saling mendukung antara Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.(Wahyu)
Â




