Banner iklan

Bongkar Sampai Ke Akar! Yerri Desak Polda Papua Tengah Telusuri Dugaan Jaringan Togel Nabire

More articles

NABIRE, Investigasi.News – Penindakan terhadap lima orang terkait dugaan praktik perjudian toto gelap (togel) di Kabupaten Nabire mendapat apresiasi dari Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB), Yerri Basri Mak, S.H., M.H. Namun, apresiasi itu bukan berarti persoalan selesai. Yerri mendesak Polda Papua Tengah tidak berhenti pada penindakan terhadap lima orang tersebut, melainkan mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.

Menurut Yerri, penegakan hukum terhadap dugaan perjudian tidak boleh sekadar menjadi tindakan sesaat yang berakhir setelah sejumlah orang diamankan. Aparat harus berani menelusuri seluruh mata rantai aktivitas tersebut, mulai dari pihak yang diduga menjalankan operasional, pengumpul taruhan, hingga pihak lain yang mungkin terlibat berdasarkan bukti hukum.

Operasi yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) itu dipimpin Kabag Dalops, Kompol Onisimus Umbu Sairo, bersama Katimsus, Iptu Fredrik E. Demetouw.

Berdasarkan informasi yang diterima, lima orang yang diamankan masing-masing bernama Jemi Tuamai, Hasnawati, Umar, Wahyu, dan Muhammad Doni Supriadi. Namun, status hukum kelima orang tersebut, barang bukti yang disita, serta hasil pemeriksaan mereka masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Yerri menegaskan, pengusutan tidak boleh berhenti pada orang-orang yang berada di lapangan. Jika penyelidikan menemukan indikasi keterlibatan pihak lain yang memiliki peran lebih besar, aparat harus menelusurinya secara serius dan menindak sesuai ketentuan hukum.

“Jangan sampai penanganan perkara hanya berhenti pada orang-orang yang diamankan, sementara kemungkinan adanya pihak lain yang berperan lebih besar justru tidak terungkap. Kalau memang ada jaringan di belakangnya, telusuri! Siapa yang menjalankan, siapa yang mengendalikan, dan siapa saja yang terlibat harus dibuktikan melalui proses hukum,” tegas Yerri.

Ia juga meminta kepolisian tidak memberikan ruang bagi praktik perjudian yang terbukti melanggar hukum. Penegakan hukum, katanya, harus dijalankan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Bagi Yerri, ketegasan aparat tidak cukup diukur dari jumlah orang yang diamankan. Ukuran sesungguhnya adalah sejauh mana penyelidikan mampu mengungkap perkara secara utuh, mengumpulkan bukti yang kuat, serta membawa setiap pihak yang terbukti terlibat ke proses hukum yang semestinya.

“Jangan tebang pilih. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Tetapi semua harus berdasarkan bukti, bukan tuduhan atau asumsi. Masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganan perkara ini secara jelas,” ujarnya.

Yerri berharap langkah Polda Papua Tengah menjadi awal dari penanganan dugaan perjudian yang lebih serius dan berkelanjutan di Nabire. Ia mendorong kepolisian mengembangkan penyelidikan secara mendalam agar tidak ada mata rantai yang terlewat apabila memang ditemukan bukti adanya jaringan yang lebih luas.

Kini, publik menunggu keseriusan aparat dalam menuntaskan perkara tersebut. Apakah penanganannya akan berhenti pada lima orang yang diamankan, atau justru berkembang hingga mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat?

Pertanyaan itu hanya bisa dijawab melalui penyelidikan yang profesional, terbuka, dan berlandaskan bukti hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polda Papua Tengah mengenai barang bukti, hasil pemeriksaan terhadap kelima orang tersebut, maupun perkembangan penyelidikan. Konfirmasi kepolisian tetap diperlukan untuk memastikan fakta dan arah penanganan perkara.

Investigasi.News akan terus memantau perkembangan kasus ini demi menghadirkan informasi yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan. Jhon

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest