Medan — Polrestabes Medan bersama unsur Forkopimda Kota Medan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus kejahatan jalanan, perjudian, premanisme, hingga peredaran narkoba yang berhasil diungkap selama dua pekan terakhir.
Konferensi pers berlangsung di Mako Polrestabes Medan, Jalan HM Said No. 1, Kecamatan Medan Timur, Selasa (19/5/2026) sore, dipimpin langsung Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf. Delli Yudha Adi Nurcahyo, jajaran pejabat utama Polrestabes Medan, para kapolsek, serta unsur kejaksaan.
Dalam pemaparannya, Kapolrestabes Medan menyampaikan bahwa patroli gabungan tiga pilar antara Polrestabes Medan, Kodim 0201/Medan, dan Pemerintah Kota Medan berhasil mengungkap 143 kasus dengan total 178 tersangka.
“Dari 178 tersangka yang diamankan, sebanyak 20 orang merupakan residivis dan tujuh lainnya masih memiliki laporan polisi lain yang sedang kami dalami,” ujar Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.
Ia menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan seperti begal, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), perjudian, maupun peredaran narkotika di Kota Medan.
Menurutnya, aksi premanisme yang menjadi target penindakan meliputi penganiayaan, pengeroyokan, pengancaman, hingga pemerasan terhadap masyarakat di jalanan.
“Jangan ada yang berani melakukan tindak pidana di Kota Medan. Kami akan menindak tegas pelaku begal, curas, curanmor, perjudian, maupun narkoba,” tegasnya.
Ungkap 86 Kasus Narkoba
Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes juga memaparkan capaian Satresnarkoba Polrestabes Medan selama dua pekan terakhir. Sebanyak 86 kasus narkotika berhasil diungkap dengan total 100 tersangka.
Dari jumlah tersebut, 20 tersangka diketahui merupakan residivis. Beberapa di antaranya bahkan tercatat pernah terlibat kasus begal, penadahan sepeda motor, hingga penggelapan kendaraan bermotor.
Selain melakukan penangkapan, aparat turut merobohkan empat barak narkoba yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Keempat lokasi tersebut berada di wilayah Medan Sunggal, Kecamatan Sunggal, Medan Selayang, dan Medan Area. Adapun barak narkoba yang dibongkar meliputi Barak Narkoba Lembah Berkah, Barak Rel Kereta Api Serba Jadi, Barak Asam Kumbang, dan Barak Gang Jati Mandala.
Kapolrestabes Medan menyebut terdapat sejumlah kasus menonjol dalam pengungkapan kali ini. Di antaranya kasus curanmor yang diungkap Polsek Sunggal, kasus begal dengan empat tersangka yang diungkap Polsek Medan Timur, serta dua kasus narkoba jenis liquid vape atau yang dikenal dengan istilah “vape getar”.
Salah satu kasus liquid vape disebut melibatkan seorang pimpinan geng motor. Sementara kasus lainnya merupakan home industry pembuatan liquid vape narkotika yang melibatkan warga negara asing dan saat ini masih dalam pengembangan.
21 Tersangka Diberikan Tindakan Tegas Terukur
Dalam operasi pemberantasan kejahatan tersebut, sebanyak 21 tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
Rinciannya, enam tersangka ditindak Satreskrim Polrestabes Medan, tiga tersangka oleh Satresnarkoba, delapan tersangka oleh Polsek Medan Timur, satu tersangka oleh Polsek Medan Tembung, satu tersangka oleh Polsek Delitua, dan satu tersangka oleh Polsek Sunggal.
“Dari 21 tersangka yang diberikan tindakan tegas terukur, tiga di antaranya merupakan warga Kecamatan Medan Belawan yang melakukan aksi kriminal di wilayah Kota Medan,” ujarnya.
Kapolrestabes juga menyoroti keberhasilan sejumlah jajaran polsek dalam pengungkapan kasus. Polsek Helvetia tercatat paling aktif mengungkap kasus begal dengan dua kasus dan tiga tersangka.
Sementara itu, Polsek Medan Baru menjadi jajaran paling aktif dalam pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan curanmor. Adapun pengungkapan praktik perjudian terbanyak dilakukan oleh Unit Judi Satreskrim Polrestabes Medan.
Angka Kejahatan Menurun
Dalam paparannya, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak juga mengungkapkan tren penurunan angka kejahatan jalanan di Kota Medan selama masa kepemimpinannya.
Ia menyebutkan, pada 100 hari pertama masa kerjanya, angka kejahatan jalanan turun 14 persen atau sebanyak 245 kasus dibandingkan periode sebelumnya. Kemudian pada 100 hari kedua, angka kejahatan kembali turun 16 persen atau sebanyak 252 kasus.
Namun, di sisi lain, pengungkapan kasus narkoba justru meningkat hingga 55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan keseriusan aparat dalam memberantas peredaran narkotika di Kota Medan.
“Saya meminta Satresnarkoba dan seluruh jajaran terus meningkatkan penindakan terhadap kasus narkotika di Kota Medan,” katanya.
Kapolrestabes Medan juga kembali mengimbau masyarakat yang kehilangan sepeda motor agar mendatangi gerai pengembalian kendaraan hasil tindak kejahatan dan barang temuan yang telah dibuka Polrestabes Medan.
“Masyarakat kami persilakan datang untuk mengecek apakah ada kendaraan miliknya yang berhasil ditemukan,” ujarnya.
Forkopimda Dukung Pemberantasan Kejahatan
Dandim 0201/Medan Kolonel Inf. Delli Yudha Adi Nurcahyo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polrestabes Medan atas langkah tegas dalam memberantas kejahatan jalanan di Kota Medan.
Ia menegaskan Kodim 0201/Medan bersama pemerintah daerah dan kepolisian akan terus melaksanakan patroli gabungan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“Kami berharap masyarakat turut memberikan informasi terkait daerah rawan kriminalitas agar penindakan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan keamanan merupakan kebutuhan utama masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri akan terus diperkuat demi menciptakan Kota Medan yang aman dan nyaman.
“Atas nama Pemerintah Kota Medan, saya mengapresiasi kerja keras Polrestabes Medan dalam menjaga keamanan kota ini,” ujarnya.
Konferensi pers ditutup dengan sesi foto bersama Forkopimda Kota Medan dan jajaran Polrestabes Medan sekitar pukul 17.28 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
(Anna)



















