Malut, Investigasi.News-, Sikap mementingkan kepentingan orang banyak diatas kepentingan pribadi atau golongan (altruisme) dikedepankan Alexander Paka Anggota DPRD Provinsi (Deprov) Maluku Utara berbendera partai Demokrat dalam memandang polemik Pembangunan Drainase di Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula-Maluku Utara.
Proyek senilai Rp 665.625.801 yang saat ini tengah dikerjakan CV. Alfarizy sempat menimbulkan polemik, karena asal muasal pekerjaan tersebut dari aspirasi masyarakat desa setempat yang diserap dan menjadi pokok pikiran (pokir) Anggota Deprov Ester Tantry (Demokrat), namun Ester meninggal dunia, kemudian implementasinya dilaksanakan oleh La Putu Deprov (PKS) yang sama-sama didaerah pemilihan 5 Sula-Taliabu, meski demikian, masyarakat kota Sanana khususnya desa Fagudu tidak keberatan, yang terpenting pekerjaan tersebut tidak digeser titiknya dan tetap bisa dinikmati masyarakat, hal senada juga disampaikan oleh Kades Fagudu M. Ali Duwila yang ikut mengawal pekerjaan tersebut, menurutnya: yang terpenting adalah segi manfaat untuk masyarakat, kemudian pekerjaan bisa selesai dengan baik dan menjadi solusi banjir dimusim penghujan, sesungguhnya masyarakat tidak melihat latar belakang anggota DPRD siapa dan bendera partai apa dibalik proyek ini.
Saat dikonfirmasi investigasi, Alex Paka yang menggantikan posisi/PAW Ester Tantry awalnya sempat enggan mengomentari polemik Drainase Fagudu.
“Aduh maaf itu Beta (saya-red) belum jadi Dewan (Deprov), jadi Beta tidak tau itu”, tulis Alex mengkonfirmasi awak media investigasi (18/9).
Namun selanjutnya ketika didesak sikap beliau pasca menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku Utara menggantikan Ester Tantry, Alex Paka mengatakan.
“Kalo semua untuk kepentingan masyarakat banyak diatur saja dengan baik”, ujar Pak Alex Paka.
Ini menjadi sinyalemen bahwa anggota Deprov Alex Paka tidak mempersoalkan pokir bergeser dari Demokrat ke PKS, yang terpenting untuk kepentingan masyarakat banyak dan dikerjakan dengan baik, sikap altruisme atau lawan dari egoisme dikedepankan oleh Alex Paka dalam memandang polemik Proyek Drainase Desa Fagudu.

















