PALEMBANG — Tangis keluarga dan sahabat pecah setelah Dhea, seorang mahasiswi yang dikenal tengah berjuang menjalani kuliah sambil bekerja, meninggal dunia dalam peristiwa dugaan aksi begal di kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang (19/08).
Dhea disebut tengah berjuang membiayai kebutuhan hidup dan pendidikannya. Namun, perjuangan tersebut berakhir tragis setelah dirinya menjadi korban dalam aksi kejahatan yang diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi ketika Dhea sedang dalam perjalanan. Korban diduga dihadang pelaku dan sepeda motor yang dikendarainya menjadi sasaran perampasan.
Tragisnya, aksi tersebut tidak hanya membuat korban kehilangan kendaraan. Dhea juga kehilangan nyawanya.
Dalam perkembangan kasus, salah satu orang yang disebut terlibat, yakni Riski, telah ditangkap. Sementara seorang lainnya yang disebut bernama Toing masih dalam pengejaran aparat dan berstatus buron.
Penangkapan Riski diharapkan menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh bagaimana aksi tersebut terjadi, termasuk peran masing-masing orang yang diduga terlibat.
Kematian Dhea menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan sahabat. Sosok yang sedang berusaha menata masa depan melalui pendidikan dan pekerjaan itu harus pergi secara tragis akibat aksi kejahatan jalanan.
Kasus ini kembali memunculkan keresahan masyarakat Palembang terhadap aksi begal yang tidak hanya mengancam harta benda, tetapi juga keselamatan dan nyawa warga.
Masyarakat berharap polisi tidak berhenti pada penangkapan Riski. Keberadaan Toing yang masih buron juga menjadi perhatian publik. Aparat diminta segera memburu dan menangkapnya agar kasus tersebut dapat diungkap secara tuntas serta memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap keamanan di kawasan rawan kejahatan ditingkatkan. Warga seharusnya dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui rasa takut menjadi korban kejahatan di jalan.
Kisah Dhea menjadi duka sekaligus peringatan keras. Ia berangkat menjalani kehidupannya sebagai seorang mahasiswi yang juga bekerja demi bertahan hidup dan mengejar masa depan. Namun, ia tidak pernah kembali pulang.
Semoga Dhea mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan dan ketabahan, sementara aparat diharapkan dapat segera menuntaskan pengejaran terhadap pelaku lain yang masih buron.
M. Budy








