Banner iklan

Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara Sambut Baik Rencana Kerja PUKAT-Blue Ventures untuk Pesisir Morotai

More articles

Malut, Investigasi.News-, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara, Kadri La Ece, S.Pi., M.Si., menyatakan kesiapan lembaganya bekerja sama dengan PUKAT Maluku Utara. Kerja sama itu menyangkut program pelestarian laut dan peningkatan kesejahteraan nelayan di Kecamatan Morselbar, Pulau Morotai. Sikap tersebut ia sampaikan saat menerima kunjungan tim PUKAT di ruang rapat Kepala Dinas, Senin 19 Oktober 2026.

Rombongan PUKAT dipimpin Dr. Ir. Muhammad Assagaf, M.Si., selaku Direktur Program kemitraan PUKAT Maluku Utara dan Blue Ventures. Ia datang bersama Ali Lating, S.Sos., M.A., dan Syahnul Titaheluw, S.Pi., M.Si. Dari pihak DKP, pertemuan dihadiri Sekretaris Dinas, Kepala Balai Konservasi, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut (PRL), serta sejumlah staf.

Kadri mengapresiasi PUKAT yang lebih dahulu memaparkan rencana kerjanya kepada pemerintah provinsi. Program tersebut dijadwalkan berlangsung sejak September 2026 hingga Juni 2028. Ia menyatakan DKP akan mendukung dan bersedia bekerja sama demi suksesnya program itu.

Menurut materi paparan, PUKAT berpegang pada gagasan bahwa menjaga alam dan menyejahterakan warga harus berjalan beriringan. Karena itu, program menggarap empat bidang sekaligus: pengelolaan perikanan oleh warga, kepastian hak kelola, akses keuangan, dan ketersediaan pangan bergizi.

Sasaran program adalah tiga desa pesisir di Morselbar. Desa Waringin berperan sebagai pusat perikanan tangkap dan titik awal penetapan batas wilayah kelola. Desa Usbar Pantai merupakan kawasan ekosistem pesisir yang krusial sekaligus pusat kegiatan literasi keuangan. Desa Tiley Pantai menjadi lokasi pemetaan partisipatif dan inisiatif ketahanan nutrisi warga.

Pada bidang pengelolaan perikanan, warga dilibatkan mendata jenis ikan dan hasil tangkapan, lalu menyepakati bersama batas wilayah laut yang dikelola masyarakat (Locally Managed Marine Area/LMMA). Untuk kepastian hak, PUKAT memetakan para pemangku kepentingan, menganalisis tata ruang laut, dan menggelar lokakarya pendekatan hak asasi manusia. Fokusnya adalah keterlibatan perempuan dan perlindungan nelayan skala kecil.

Di bidang keuangan, warga dibimbing membentuk kelompok simpan pinjam desa atau Village Savings and Loan Association (VSLA). Sebelumnya, mereka mengikuti pelatihan literasi keuangan dan menyusun rencana usaha sederhana. Sementara itu, untuk ketahanan pangan, nelayan bersama tim akan menyusun kalender musiman ketersediaan ikan bergizi, lengkap dengan bahan edukasi bergambar.

Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga tahap. Tahun 2026 dipakai untuk membangun landasan, mulai dari survei profil masyarakat dan survei sosial ekonomi hingga pelatihan petugas pendata dari warga setempat. Tahun 2027 diisi penetapan batas LMMA secara definitif, survei kondisi terumbu karang, mangrove, dan lamun, serta pembentukan kelompok VSLA di tiga desa. Pada 2028, fokus bergeser ke pelembagaan agar masyarakat mampu meneruskan pengelolaan secara mandiri.

Aturan yang disepakati juga akan dijaga di lapangan. Kelompok pengelola perikanan masyarakat bertugas melakukan pengawasan dan patroli rutin guna mencegah cara menangkap ikan yang merusak. Papan informasi batas kawasan konservasi akan dipasang supaya nelayan dari luar desa mengetahui ketentuannya.

Program ini juga memuat agenda budaya. Festival Penyu Tiley Pantai 2027 direncanakan mengangkat tema ekowisata dan budaya bahari. Rangkaiannya mencakup pelepasan tukik, bersih pantai, pertunjukan seni tradisional, serta pameran produk UMKM dan kuliner pesisir.

Hingga 2028, PUKAT membidik terwujudnya ekosistem laut yang lestari dan masyarakat Morselbar yang sejahtera. Dukungan DKP diharapkan memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga mitra, dan warga pesisir dalam menjaga laut Morselbar.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest