Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat mulai meningkatkan kesiapan sektor perhotelan dan pariwisata untuk menghadapi potensi lonjakan mobilitas wisatawan, khususnya di dua destinasi utama, Kota Padang dan Bukittinggi.
PHRI Sumatera Barat yang menaungi pelaku usaha hotel, restoran, dan industri pariwisata setempat secara intensif memantau tren kunjungan wisatawan serta tingkat okupansi hotel menjelang periode libur panjang akhir tahun.
Berdasarkan laporan internal PHRI Sumbar, sektor perhotelan di provinsi ini sempat menghadapi tantangan dalam beberapa pekan terakhir. Dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah membuat minat pemesanan kamar belum menunjukkan tren positif seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal, pada kondisi normal, reservasi hotel biasanya mulai meningkat sejak awal Desember.
PHRI mencatat, wisatawan dari provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi, yang selama ini menjadi kontributor utama tingkat hunian hotel, belum terlihat signifikan dalam daftar pemesanan awal.
Menyikapi kondisi tersebut, pengurus PHRI di Padang dan Bukittinggi aktif melakukan koordinasi dengan para anggota hotel dan restoran untuk menyiapkan langkah strategis guna menarik kembali minat wisatawan. Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat promosi paket menginap, menjalin kerja sama dengan agen perjalanan, serta menyesuaikan fasilitas dan layanan agar sesuai dengan ekspektasi tamu selama libur Natal dan Tahun Baru.
Selain promosi, PHRI Sumatera Barat juga mendorong hotel dan restoran untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan pariwisata lokal, seperti event budaya dan kuliner khas daerah yang digelar pada akhir Desember 2025. Langkah ini dinilai mampu menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan domestik yang mencari pengalaman liburan bernuansa lokal.
Di tengah kondisi industri perhotelan nasional yang belum sepenuhnya pulih dari tren okupansi stagnan pada libur akhir tahun sebelumnya, PHRI Sumbar juga memantau potensi meningkatnya pemesanan last minute menjelang puncak libur Nataru. Para pelaku usaha diharapkan tetap fleksibel dan responsif terhadap perubahan pola permintaan wisatawan.
Melalui koordinasi intensif dan strategi bersama tersebut, PHRI Sumatera Barat optimistis dapat memaksimalkan peluang pertumbuhan kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sekaligus berkontribusi dalam pemulihan dan penguatan sektor pariwisata daerah.
Mb



















