Banner iklan

Dinkes Kotamobagu Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan Lewat Gerakan Aksi Bergizi

More articles

KOTAMOBAGU, Investigasi.News — Pemerintah Kota Kotamobagu melalu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu terus mendorong pembudayaan pola hidup sehat di kalangan pelajar.

Buktinya Dinkes Kota Kotamobagu bersama Puskesmas Motoboi Kecil, menggelar Gerakan Aksi Bergizi digelar di MTs Negeri 2 Kotamobagu, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), sekaligus meningkatkan pemahaman remaja usia sekolah mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan anemia sejak dini.

Mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, Gerakan Aksi Bergizi diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. Program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan program kesehatan nasional yang menyasar peserta didik di sekolah dan pesantren.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, dr. Wahdaania L. Mantang, M.Kes dalam sambutannya mengatakan Gerakan Aksi Bergizi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan siswa menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan Aksi Bergizi ini merupakan bagian dari upaya kita membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. Anak-anak perlu memahami bahwa kesehatan dan pemenuhan gizi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, konsentrasi belajar dan masa depan mereka,” ujar dr. Wahdaania.

Ia menjelaskan, edukasi mengenai gizi seimbang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pelajar tidak hanya diharapkan mengetahui jenis makanan bergizi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pola kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan tersebut, kata dia, dapat dimulai dari hal sederhana, seperti rutin melakukan aktivitas fisik, tidak melewatkan sarapan, mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi, mencukupi kebutuhan air putih, serta bagi remaja putri disiplin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

“Kita ingin anak-anak bukan hanya mendapatkan informasi, tetapi mampu menjadi agen perubahan. Mereka bisa mengajak teman sebaya, keluarga dan lingkungan di sekitarnya untuk bersama-sama menerapkan pola hidup sehat,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Duta Cegah Stunting Kota Kotamobagu, Alfajri Fauzan Paputungan, dari MAN 1 Kotamobagu, turut hadir memberikan edukasi dan motivasi kepada para siswa MTs Negeri 2 Kotamobagu.

Alfajri diketahui merupakan Juara 2 Putra Duta Cegah Stunting Tingkat Kota Kotamobagu 2026. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya melibatkan generasi muda dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada sesama remaja.

Sepertti diketahui rangkaian Gerakan Aksi Bergizi diawali dengan senam bersama. Aktivitas tersebut dilakukan untuk membiasakan para siswa melakukan aktivitas fisik sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama menggunakan menu bergizi seimbang. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya sarapan sebelum mengikuti kegiatan belajar serta penerapan prinsip “Isi Piringku”, yang mencakup karbohidrat, lauk-pauk, sayuran, buah-buahan dan kecukupan air putih.

Khusus bagi remaja putri, kegiatan juga diisi dengan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Pemberian TTD secara rutin satu kali dalam sepekan menjadi salah satu langkah pencegahan anemia pada remaja putri.

Selain kegiatan fisik dan sarapan bersama, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan terkait gizi seimbang, pola hidup sehat dan pentingnya kepatuhan mengonsumsi TTD.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat ditularkan kepada teman sebaya dan keluarga.

Dinas Kesehatan juga mendorong agar kebiasaan tersebut terus dilakukan setelah kegiatan berakhir. Pelajar diharapkan terbiasa melakukan aktivitas fisik sedikitnya 30 menit setiap hari, sarapan bergizi sebelum sekolah serta menerapkan prinsip “Isi Piringku” dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara bagi remaja putri, konsumsi TTD satu kali dalam sepekan diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dipertahankan untuk membantu menekan risiko anemia yang dapat berdampak pada kebugaran, konsentrasi dan proses belajar.

Pihak sekolah pun diharapkan dapat melanjutkan Gerakan Aksi Bergizi secara mandiri setiap minggu. Dengan keberlanjutan program tersebut, budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan diharapkan semakin kuat dan dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya di Kota Kotamobagu.

Gerakan Aksi Bergizi pada akhirnya tidak hanya menyasar kesehatan fisik peserta didik. Pemenuhan gizi yang baik juga diharapkan mendukung konsentrasi belajar, menjaga kebugaran, mengurangi risiko gangguan kesehatan serta menunjang prestasi siswa.

Dengan demikian, sekolah sehat tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak usia sekolah.(**)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest