Banner iklan

Warga Mulai Bangkit, Sektor Pertanian Pidie Jaya Kembali Menggeliat

More articles

Pidie Jaya, Investigasi.News — Setelah sempat terpukul akibat banjir hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Pidie Jaya pada akhir tahun lalu, aktivitas pertanian masyarakat kini perlahan kembali menggeliat.

Kerusakan akibat banjir sebelumnya tidak hanya menghantam infrastruktur dan sarana transportasi, tetapi juga merusak lahan pertanian. Sejumlah sawah dan kebun warga sempat tertimbun material banjir sehingga membuat petani kehilangan sumber penghidupan.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat masyarakat menyerah. Pantauan Investigasi.News, Minggu (21/9/2026), menunjukkan para petani mulai kembali mengolah lahan yang sebelumnya terdampak banjir.

Berbagai komoditas kembali ditanam, mulai dari padi, jagung, semangka, kacang panjang hingga tanaman hortikultura lainnya. Aktivitas petani di sejumlah lahan menjadi tanda bahwa roda perekonomian masyarakat mulai bergerak kembali.

Salah seorang petani, Mustafa (47), warga Kecamatan Ulim, mengatakan dirinya terpaksa kembali mengolah lahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah aktivitas pertanian sempat terganggu akibat banjir.

“Saya sudah dua kali panen jagung, sekarang sudah masuk yang ketiga,” ujar Mustafa saat ditemui di lahannya.

Menurutnya, material yang sempat menutupi lahan justru tidak menghambat pertumbuhan tanaman jagung. Setelah mencoba menanam kembali, hasilnya dinilai cukup baik sehingga ia memilih melanjutkan budidaya jagung.

“Bagus untuk tanaman jagung. Saya sudah mencoba dan hasilnya bagus, makanya saya tanam lagi,” katanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, Muhammad Nur, membenarkan bahwa aktivitas pertanian masyarakat mulai kembali berjalan.

“Benar, Bang. Sudah banyak masyarakat yang kembali mengolah lahan mereka,” kata Muhammad Nur saat dikonfirmasi Investigasi.News.

Ia berharap seluruh lahan pertanian yang masih memungkinkan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat, terutama untuk tanaman jagung dan komoditas hortikultura.

“Kalau untuk tanaman padi, sebagian lahan belum memungkinkan. Kita berharap masyarakat bisa mengolah lahan yang ada, terutama untuk jagung dan hortikultura, agar perekonomian Pidie Jaya kembali bangkit, khususnya dari sektor pertanian,” harapnya.

Bangkitnya kembali aktivitas para petani menjadi gambaran bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali sumber penghidupan masyarakat.

(Herry)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest