Pidie Jaya, Investigasi.News – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya kembali menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari, mulai 4 hingga 17 November 2026. Keputusan ini diambil menyusul banjir susulan yang melanda sejumlah wilayah dan mengakibatkan puluhan desa terdampak serta kerusakan infrastruktur.
Penetapan status tanggap darurat tersebut merupakan hasil rapat Bupati Pidie Jaya bersama jajaran pemerintah daerah pada Kamis (5/11/2026). Langkah ini dinilai mendesak untuk mempercepat penanganan bencana, terutama di sejumlah kecamatan yang mengalami dampak cukup serius.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, mengatakan, kondisi banjir susulan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah berdampak pada 22 desa di Kecamatan Meurah Dua, Meureudu, Pante Raja, dan Bandar Dua.
“Banjir susulan yang terjadi beberapa hari lalu berdampak pada 22 desa. Banyak infrastruktur mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan ekstra dan cepat, seperti tanggul di Desa Dayah Usen, fasilitas PDAM, serta infrastruktur lainnya,” ujar Sibral.
Tidak hanya merusak infrastruktur, bencana tersebut juga memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, sebanyak 762 warga di 22 desa terdampak banjir.
Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, mengingat penanganan bencana tidak hanya membutuhkan langkah darurat untuk melindungi masyarakat, tetapi juga pemulihan infrastruktur dan aktivitas ekonomi warga yang terganggu.
Melalui penetapan kembali status tanggap darurat tersebut, Bupati berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Pidie Jaya, termasuk dukungan tambahan anggaran penanggulangan bencana serta bantuan lainnya.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabanjir, sehingga masyarakat yang terdampak segera mendapatkan bantuan dan berbagai fasilitas umum yang rusak dapat kembali difungsikan.
“Harapan kita, dengan adanya status tanggap darurat ini, pemerintah pusat memberikan perhatian khusus dan dukungan tambahan untuk penanggulangan bencana di Pidie Jaya, agar daerah dan masyarakat kita bisa segera bangkit kembali,” tutupnya.
(KH)













