Banner iklan

Pasar Tanjung Semrawut Puluhan Tahun, GAWAT Demo Pemkab Jember hingga Jalin Kesepakatan dengan Bupati dan DPRD

More articles

Jember, Investigasi.news– Gerakan Wong Pasar Tanjung (GAWAT) bersama mahasiswa GMNI menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemkab Jember.Selasa (22/9)

Mereka menuntut pembenahan total terhadap tata kelola Pasar Tanjung dan Jalan Samanhudi yang dinilai semrawut dan tidak terurus selama puluhan tahun.

*Keluhan Warga dan Pengusaha Jalan Samanhudi*

Kondisi Jalan Samanhudi yang dipadati pedagang memicu keluhan berat dari warga setempat dan pelaku usaha:

1. Akses Publik Lumpuh: Warga Jalan Samanhudi mengeluhkan sulitnya mengantar anak sekolah dan tidak adanya kantong parkir. Kondisi ini membuat mobil ambulans hingga petugas PLN sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi jika terjadi keadaan darurat.
2. Kerugian Pengusaha: Pemilik toko dan pengusaha di sepanjang jalan tersebut mengaku usahanya sepi karena tertutup lapak pedagang. Mereka bahkan kesulitan memarkir kendaraan pribadi dan mengaku pernah diusir oleh oknum di lapangan.

*Pasar Induk yang Kumuh dan Bau Menyengat*

Keluhan juga datang dari para pedagang yang memiliki lapak resmi di dalam Pasar Tanjung. Mereka menyoroti masalah kebersihan yang sangat buruk:
1. Citra Buruk di Mata Pendatang: Pedagang mengutip kesan dari pengunjung luar kota yang menyebut bahwa Jember memiliki alun-alun yang megah, namun pasar induknya justru sangat kumuh.
2. Masalah Limbah: Bau sampah yang menyengat di area pasar terus mengganggu kenyamanan pedagang maupun pembeli.

*Tuntutan GAWAT dan GMNI*

Perwakilan mahasiswa GMNI, Faizin, menegaskan bahwa carut-marut ini sudah dibiarkan selama puluhan tahun tanpa solusi konkret dari pemerintah daerah.

GAWAT mendesak pembentukan satgas khusus untuk mengawasi tata kelola pasar.Mereka juga meminta adanya uji coba rekayasa lalu lintas di titik-titik krusial.

Faizin menggarisbawahi bahwa solusi yang ditawarkan bukan berupa pembatasan jam operasional pedagang, melainkan penataan yang lebih rapi dan adil.

*Respon Bupati dan Ketua DPRD*

Aksi demonstrasi ini langsung disambut oleh Bupati Jember dan Ketua DPRD Kabupaten Jember. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi aspirasi dan kritik membangun yang dibawa oleh massa GAWAT.

“Kami pelajari tuntutan adik-adik di media sosial sangat bagus, mulai dari pembentukan satgas dan uji coba pengaturan laulintas. Oleh karena itu, kami akan bentuk satgas dengan melibatkan berbagai pihak dan dimulai hari Senin besok kami juga akan uji coba rekayasa lalu lintas sesuai dengan apa yang diusulkan adik-adik mahasiswa,” jelasnya.

Aksi ini diakhiri secara damai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Jember, DPRD dan perwakilan GAWAT.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest