Banner iklan

Kebakaran Lahap Empat Rumah Gadang di Batu Taba, 12 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

More articles

 

Agam — Musibah kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Jorong Sungai Rotan, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap empat unit rumah gadang nonpermanen serta satu unit dapur rumah yang terhubung dengan rumah gadang permanen.

Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 12 orang dari empat kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi sementara ke rumah keluarga.

Berdasarkan laporan Pemerintah Kecamatan Ampek Angkek Nomor 300.2.3/262/AA-2026, api pertama kali diketahui muncul disertai kepulan asap tebal. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat dan membakar bangunan yang sebagian besar berbahan nonpermanen.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena salah seorang korban merupakan warga lanjut usia dalam kondisi lumpuh. Beruntung, korban berhasil dievakuasi sebelum api semakin membesar dan kini tinggal sementara di rumah anaknya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Setelah berjibaku memadamkan api, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan seluruh kobaran.

Untuk menangani kebakaran tersebut, dikerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari dua unit Damkar Kabupaten Agam, satu unit Damkar Kota Bukittinggi, dan satu unit Damkar Kota Padang Panjang.

Kebakaran tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp320 juta. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Empat kepala keluarga yang terdampak masing-masing berasal dari keluarga Yuerli, Hendro, Enizar, dan Desi Susanti. Total terdapat 12 warga yang terdampak dan kini membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta pemulihan kehidupan mereka pascakebakaran.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Ampek Angkek bersama Pemerintah Nagari Batu Taba melakukan koordinasi untuk mendata para korban dan kebutuhan mendesak mereka.

Bantuan awal berupa kasur, selimut, tikar dan sejumlah kebutuhan lainnya juga telah disalurkan kepada warga terdampak.

Kepedulian terhadap korban juga ditunjukkan Dinas Sosial Kabupaten Agam. Tim Dinsos turun ke lokasi bersama unsur pemerintah nagari, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta tokoh masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

Dalam penanganan di lapangan, turut hadir Wali Nagari Batu Taba Rahmat Hidayat, SH, Jorong Sungai Rotan Rahma Doni, TKSK Tizi Mulia, sejumlah tokoh masyarakat, serta jajaran Dinas Sosial Kabupaten Agam, di antaranya Feri Dunda, S.IP. dan Endri Fiondra, SH.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam Villa Erdi menegaskan bahwa penanganan korban kebakaran menjadi bagian penting dari respons pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya menyangkut kebutuhan pangan, tetapi juga kebutuhan dasar lainnya agar warga terdampak dapat menjalani masa pengungsian dengan lebih layak.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial akan terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana dapat ditangani. Koordinasi dengan pemerintah nagari, kecamatan dan unsur terkait terus dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan korban,” demikian pesan penanganan yang disampaikan Dinsos Agam.

Kondisi pascakebakaran kini menjadi perhatian bersama. Empat keluarga tersebut tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga sejumlah harta benda yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, bantuan yang mulai berdatangan menjadi harapan agar para korban dapat kembali menata kehidupan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan membantu proses pemulihan hingga para korban mendapatkan tempat tinggal dan kehidupan yang lebih layak.

Daji

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest