Iklan

LSM Soroti Proyek P3GAI Desa Awar-Awar, Dugaan Tak Sesuai Juknis Minta BBWS Turun Tangan

More articles

Situbondo, investigasi.news – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3GAI) di Desa Awar-Awar, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, kembali menjadi sorotan.

Proyek senilai sekitar Rp195 juta yang dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Awar-Awar diduga tidak dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis), sehingga memunculkan pertanyaan terkait kualitas hasil pekerjaan.

Proyek pembangunan plengsengan saluran irigasi di Daerah Irigasi Banyuputih sepanjang kurang lebih 250 meter itu diduga mengabaikan sejumlah tahapan konstruksi yang seharusnya menjadi standar dalam pelaksanaan pekerjaan.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan adanya dugaan pasangan batu dipasang tanpa didahului pekerjaan pondasi.

Pada beberapa bagian, batu terlihat langsung diletakkan di atas permukaan tanah tanpa galian pondasi yang lazim menjadi dasar konstruksi.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mengenai kekuatan bangunan dalam menahan tekanan air, khususnya saat musim penghujan ketika debit irigasi meningkat.

Apabila benar tidak menggunakan pondasi sesuai ketentuan, bangunan dinilai berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat.
Selain itu, kualitas campuran semen juga menjadi perhatian. Adukan yang digunakan diduga tidak memenuhi standar teknis sehingga dikhawatirkan memengaruhi daya rekat pasangan batu dan umur konstruksi.

Seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengaku hanya melaksanakan pekerjaan sesuai arahan ketua kelompok pelaksana. Ia mengaku tidak mengetahui spesifikasi teknis proyek yang sedang dikerjakan.

Pekerja tersebut juga menyebut sebagian besar tenaga kerja berasal dari luar Desa Awar-Awar. Keterangan itu memunculkan pertanyaan karena Program P3GAI pada prinsipnya diharapkan mampu memberdayakan masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal.

Ketua P3A Desa Awar-Awar, Imam Choiri, hingga kini belum berhasil dimintai konfirmasi. Saat didatangi ke lokasi proyek maupun dicari di kediamannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek itu turut mendapat perhatian dari LSM Penjara Kabupaten Situbondo. Wakil Ketua LSM Penjara, Gafur, meminta agar pekerjaan tersebut segera diaudit oleh instansi berwenang.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, pekerjaan ini diduga tidak sesuai juknis. Dugaan tidak adanya pondasi dan kualitas pasangan batu harus diperiksa secara menyeluruh agar tidak merugikan negara maupun masyarakat,” ujar Gafur.

Menurutnya, setiap proyek yang bersumber dari anggaran negara wajib dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis agar hasil pembangunan berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Ia meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama instansi terkait turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari kualitas material, metode pelaksanaan, volume pekerjaan hingga kesesuaian dengan dokumen perencanaan.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan teknis maupun administrasi, Gafur meminta agar dilakukan evaluasi dan penegakan aturan sesuai ketentuan yang berlaku.

Program P3GAI sendiri merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya dituntut mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap petunjuk teknis.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua P3A Desa Awar-Awar, Imam, belum memberikan tanggapan karena belum berhasil dikonfirmasi.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada Ketua P3A Desa Awar-Awar maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi atas berbagai dugaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini. (Agus)

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest