Batam, Investigasi.News – Pelayanan PLN Batam kembali menjadi sorotan setelah seorang warga Batam berinisial WT mengaku mengalami kerugian dan ketidaknyamanan akibat token listrik senilai Rp500 ribu yang dibelinya tidak dapat digunakan.
Peristiwa tersebut bermula ketika WT membeli token listrik di Alfamart yang berada di depan Perumahan Puri Mas. Namun, setibanya di rumah, token yang baru dibeli itu tidak dapat dimasukkan ke meteran listrik. Yang lebih mengherankan, layar meteran justru menampilkan keterangan bahwa token tersebut telah terpakai.
WT berulang kali mencoba memasukkan token tersebut, tetapi hasilnya tetap sama. Hari demi hari berlalu tanpa kepastian. Listrik tidak bertambah, sementara uang pelanggan telah dibayarkan penuh.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pelayanan dan sistem pengawasan yang diterapkan PLN Batam. Bagaimana mungkin token yang baru dibeli justru terdeteksi sebagai token yang sudah digunakan? Jika penyebabnya adalah kerusakan meteran, mengapa sistem menampilkan informasi yang membingungkan pelanggan?
Setelah melakukan pengaduan ke PLN Batam, petugas akhirnya datang dan mengganti meteran listrik milik WT. Anehnya, setelah meteran diganti, token yang sebelumnya ditolak justru dapat digunakan.
Fakta ini semakin menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa solusi baru muncul setelah pelanggan datang mengadu? Apakah pelanggan harus mengalami kesulitan dan menunggu berhari-hari terlebih dahulu sebelum mendapatkan penanganan?
Publik berhak memperoleh penjelasan yang terang dan terbuka. Jangan sampai pelanggan dibuat bingung oleh sistem yang tidak memberikan informasi yang jelas. Kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik dibangun melalui respons yang cepat, transparansi, dan tanggung jawab, bukan dengan membiarkan pelanggan mencari jawaban sendiri.
Kasus yang dialami WT seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi PLN Batam. Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar token listrik senilai Rp500 ribu, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang seharusnya mampu memberikan kepastian, bukan justru menimbulkan pertanyaan.
Kini masyarakat menunggu penjelasan resmi dari PLN Batam. Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa token baru tersebut baru dapat digunakan setelah meteran diganti? Dan yang paling penting, apakah ada pelanggan lain yang pernah mengalami kejadian serupa, tetapi tidak mendapatkan penyelesaian yang jelas?
(Fransisco Chrons)







