Banner

Puskesmas Sumberpucung Skrining TBC 72 Warga Lewat X-Ray Gratis

More articles

Sumberpucung, Malang – Deteksi dini Tuberkulosis terus jadi prioritas. Puskesmas Sumberpucung bersama Program SSTB, kader Siaga TB Desa, dan Pemerintah Desa Sumberpucung menggelar Skrining Sistematis Tuberkulosis pada Kamis, 25 Juni 2026. Ini merupakan kegiatan SSTB kedua di Kecamatan Sumberpucung sepanjang 2026.

Sebanyak 72 warga dari 7 desa hadir penuh sesuai undangan. Sasaran utama adalah peserta Prolanis Lansia DM Puskesmas Sumberpucung dan kontak erat pasien TBC. Kedua kelompok ini termasuk populasi berisiko tinggi yang wajib dipantau secara berkala.

Pengambilan hasil foto Thorax oleh radiografer

SSTB adalah pendekatan proaktif untuk menemukan kasus TBC lebih awal, baik pada warga bergejala maupun tanpa gejala. Metode utamanya menggunakan X-Ray Thorax agar lesi di paru bisa langsung terlihat.

Alur kegiatan dimulai saat peserta datang membawa undangan lalu registrasi. Setelah registrasi, petugas melakukan pemeriksaan fisik dan skrining TBC. Peserta kemudian menjalani foto rontgen dada. Hasil skrining dan pembacaan rontgen dilakukan langsung oleh dokter Puskesmas untuk menentukan tindak lanjut.

Ragistrasi dan skrining awal oleh petugas Puskesmas

“Antusiasme warga luar biasa, 100% hadir. Kami berharap dari skrining ini bisa menjaring lebih banyak kasus TBC sejak dini. Deteksi cepat sama dengan memutus mata rantai penularan,” ujar PJ TB Puskesmas Sumberpucung, Gandi.

Pembacaan hasil rontgen dilakukan oleh dr. Mentari. Kepala Puskesmas Sumberpucung drg. Rahmawati Daha menyebut kegiatan ini bagian dari inovasi CAPER TB, singkatan Cara Cepat Temukan dan Obati Pasien TBC, yang jadi strategi utama Puskesmas Sumberpucung tahun ini.

Kepala Desa Sumberpucung Muhadi menyampaikan apresiasi. Ia mengaku senang program ini bisa diakses gratis, terutama bagi warga yang belum memiliki jaminan kesehatan.

Kolaborasi team SSTB

“Warga kami sangat terbantu. Banyak yang selama ini menunda periksa karena biaya. Dengan SSTB gratis ini, deteksi TBC jadi lebih mudah. Kami Pemerintah Desa siap mendukung penuh,” kata Muhadi.

“SSTB bukan hanya skrining, tapi bukti hadirnya layanan kesehatan yang adil. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat diobati, semakin kecil risiko penularan. Melalui inovasi CAPER TB, kami berkomitmen tidak ada lagi warga Sumberpucung yang terlambat terdeteksi TBC,” tegas drg. Rahmawati Daha.

Guh

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest