Malut, Investigasi.News-, Meja redaksi Investigasi tadi pagi Minggu 26 April 2026 mendapat laporan berupa aduan masyarakat (dumas), bahwa ada korban meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), sumber pemberi informasi juga menyampaikan kekecewaannya kenapa petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemda Kabupaten Kepulauan Sula tidak melakukan Penyemprotan atau Fogging Nyamuk, atas informasi ini awak media investigasi langsung melakukan penelusuran.
“Kami kecewa dari petugas kesehatan tidak melakukan Fogging, harusnya segera dilakukan jangan menunggu korban berjatuhan“, ujar W salah seorang warga kota Sanana (26/4).
Catatan Redaksi:
Fogging Nyamuk adalah pengasapan menggunakan insektisida (seperti piretrin/permetrin) untuk membunuh nyamuk dewasa, terutama Aedes aegypti pembawa DBD, guna memutus rantai penularan.
Sementara itu hasil penelusuran investigasi membenarkan adanya pasien (korban) meninggal akibat DBD, hal demikian dijelaskan oleh salah satu Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSUD Sanana.
“Memang benar ada kematian yang disebabkan DBD dan hal ini juga telah dilaporkan ke Dinkes melalui Kabid P2P”, ujar Nakes di RSUD Sanana (26/4).
Sayangnya Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemda Kepulauan Sula tidak merespon ketika dikonfirmasi awak media kami, sikap ‘cuek’ dari Kadinkes rupanya bukan hanya berlaku bagi pewarta media ini, informasi yang beredar Kadinkes Pemda Sula hampir tidak pernah melayani wartawan yang melakukan konfirmasi baik secara online maupun offline, tentu saja ini bukan pertanda baik mengingat keterbukaan informasi publik menjadi hal yang perlu dikedepankan pada alam demokrasi di negara kita Republik Indonesia.

















