Sumsel – Kondisi jembatan penghubung antara Desa Bandar Jaya Jalur 25 Blok B dan Desa Tirta Mulya Jalur 23 Blok B, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kini menjadi sorotan. Infrastruktur yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu disebut-sebut rusak parah dan dinilai seperti luput dari perhatian pemerintah daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jembatan yang memprihatinkan. Lantai jembatan tampak berlubang di sejumlah titik dan dinilai membahayakan warga yang melintas setiap hari. Ironisnya, jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung dua desa sekaligus jalur penting bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Warga mengaku dihantui rasa takut setiap kali melintas. Namun, mereka mengaku tidak memiliki banyak pilihan karena akses alternatif dinilai jauh dan harus memutar.
“Takut lewat sini, ngeri. Tapi mau bagaimana lagi? Ini satu-satunya akses. Kalau lewat jalan lain harus mutar jauh,” ujar seorang warga kepada media ini.
Yang menjadi pertanyaan warga, apakah kerusakan seperti ini harus menunggu korban lebih banyak terlebih dahulu sebelum diperbaiki?
Menurut keterangan masyarakat, kondisi jembatan semakin parah sejak pasca Lebaran Idulfitri. Bahkan disebutkan, sebelumnya pernah dilakukan perbaikan sekitar dua tahun lalu, namun diduga tidak bertahan lama.
“Dulu pernah diperbaiki, tapi sekarang rusak lagi. Warga menilai material lantai jembatan yang digunakan terlalu tipis sehingga cepat mengalami kerusakan,” ungkap warga.
Kondisi ini makin mengkhawatirkan karena setiap hari anak-anak sekolah melintasi jembatan tersebut. Warga juga mengaku pernah terjadi insiden seseorang terperosok akibat kondisi jembatan yang membahayakan.
“Anak-anak sekolah tiap hari lewat sini. Kami takut ada korban lagi kalau terus dibiarkan,” tambah warga.
Kekecewaan masyarakat pun mulai memuncak. Warga mempertanyakan keseriusan pihak terkait, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi teknis di tingkat kabupaten dalam merespons persoalan yang mereka anggap sangat mendesak.
“Pejabat ada, kepala desa ada, camat ada, bahkan anggota dewan juga ada di sekitar sini. Tapi kenapa jembatan yang jadi akses utama masyarakat seperti tidak mendapat perhatian serius?” keluh warga.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten OKI melalui dinas terkait segera turun tangan sebelum kerusakan bertambah parah dan menimbulkan kecelakaan yang lebih fatal.
Bagi warga Bandar Jaya dan Tirta Mulya, permintaan mereka sederhana: bukan janji, melainkan tindakan nyata agar jembatan penghubung yang menjadi nadi kehidupan masyarakat itu segera diperbaiki.
M. Budy






