Kota Malang, Investigasi.news– Kota Malang yang dikenal sebagai kota pelajar, kini tengah didorong menjadi pusat lahirnya ribuan pengusaha muda. Ketua Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang periode 2025–2028, Hendy Suryo Laksono, menegaskan komitmennya untuk mencetak setidaknya 1.000 entrepreneur baru dari kalangan mahasiswa.
“Mahasiswa tidak cukup hanya hebat di ruang kelas. Mereka harus mulai berpikir kreatif dan mandiri secara ekonomi sejak duduk di bangku kuliah,” tegas Hendy, Sabtu (26/7/2025).
Melalui program HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT), Hendy mendorong setiap kampus di Kota Malang membentuk wadah kewirausahaan yang terstruktur. Gerakan ini diharapkan mampu menjadi inkubator ide dan solusi nyata bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha.
Untuk mewujudkan target besar tersebut, HIPMI Kota Malang menjalin sinergi lintas sektor: mulai dari perbankan, pengembang properti seperti Citra Grand, hingga media lokal dan kementerian terkait seperti Kemenristekdikti.
“Kami sudah siapkan skema pendanaan. Mahasiswa cukup submit proposal bisnis model canvas (BMC), lalu akan ada proses seleksi oleh akademisi dan praktisi. Jika lolos, kami fasilitasi pembiayaan dan pendampingan,” jelas Hendy.
Ia menyadari, tantangan terbesar yang kerap dihadapi mahasiswa dalam memulai usaha adalah persoalan modal dan keberanian mencoba. Karena itu, HIPMI hadir bukan hanya sebagai motivator, tapi juga sebagai fasilitator yang memberikan pelatihan, mentoring, hingga akses permodalan.
“Kami tidak hanya bicara soal mimpi, tapi menghadirkan solusi nyata. Anak muda butuh ruang untuk tumbuh, dan kami siap memberikan panggungnya,” tambahnya.
Sejumlah kampus sudah lebih dulu aktif bermitra dengan HIPMI, seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Islam Malang (Unisma). Ke depan, HIPMI menargetkan seluruh perguruan tinggi di Kota Malang memiliki unit HIPMI PT sebagai sarana strategis menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di lingkungan akademik.
Guh


















