Kabupaten Malang, investigasi.news– Semarak peringatan HUT RI ke-80 di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, tahun ini terasa berbeda. Ratusan warga tumpah ruah di Arjuna Mini Soccer untuk menyaksikan Kepuharjo Legend 2025—liga sepak bola antar-dusun usia 45+ yang menjadi saksi kebersamaan, sportivitas, dan semangat patriotisme.
Turnamen yang berlangsung 25–27 Agustus 2025 ini bukan sekadar adu strategi dan fisik, melainkan juga ajang mempererat silaturahmi lintas dusun. Sorak-sorai warga, semangat gotong-royong, dan antusiasme penonton membuktikan bahwa olahraga masih menjadi perekat masyarakat di tengah euforia kemerdekaan.
Pertandingan berlangsung sengit sejak fase penyisihan. Kepuh Selatan tampil dominan di Grup A dengan dua kemenangan telak, sementara di Grup B persaingan memanas setelah Karangploso Wetan, Wringin Anom, dan Turi sama-sama mengoleksi tiga poin. Atmosfer laga kian menegangkan, terutama saat penentuan tim yang melaju ke final.
Puncak euforia terjadi Selasa malam (27/8/2025), ketika Kepuh Selatan berhadapan dengan Langgat di laga final. Meski diguyur gerimis, pertandingan berlangsung seru dan dramatis. Kedua tim saling jual beli serangan hingga skor 2-2 bertahan sampai peluit panjang berbunyi. Adu penalti pun menjadi penentu.
Di tengah degup jantung penonton, Kepuh Selatan akhirnya memastikan gelar juara dengan kemenangan 2-1. Sorak kemenangan, tangis haru, hingga pelukan persaudaraan pecah di lapangan. Kepuh Selatan resmi dinobatkan sebagai Juara Kepuharjo Legend 2025.
Salah satu pemain kunci, Imam Movic, menyebut kemenangan ini lahir dari kerja sama dan sportivitas.
“Bola itu bulat, tapi kemenangan hanya datang karena kerja sama. Ketika ego diturunkan, kemenangan akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.
Selain trofi, juara pertama Kepuh Selatan juga menerima uang pembinaan. Namun lebih dari sekadar hadiah, gelaran ini meninggalkan pesan penting: kemenangan sejati ada pada persatuan warga.
Kepuharjo Legend 2025 membuktikan bahwa olahraga bukan hanya soal skor, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan, mengikat lintas generasi, dan merawat semangat kemerdekaan. Dari riuh sorak di pinggir lapangan hingga air mata bahagia para pemain, Kepuharjo menegaskan satu hal: dengan kebersamaan, kita semua adalah juara.
Guh






