Banner

Bustami: Dua Hal Menjadi Prioritas Saya Tahun Ini

More articles

Pidie Jaya, Investigasi.news – Sebagaimana diketahui, setiap tahun para wakil rakyat menggelar silaturahmi dan pertemuan bersama masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing untuk menyerap aspirasi, mendengar keluhan, harapan, serta persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Hal tersebut juga dilakukan oleh salah satu anggota DPRK, Bustami, politikus Partai NasDem, yang menggelar pertemuan bersama ratusan masyarakat, petani, dan nelayan di kediamannya di Desa Nyong, Kecamatan Bandar Baru, Kamis (25/6/2026).

Dalam pertemuan yang singkat dan sederhana itu, salah satu perwakilan petani tambak, Idris (48), menyampaikan keluhannya kepada wakil rakyat tersebut terkait kondisi tambak mereka yang sudah dangkal dan kering.

“Pak, kami atas nama petani tambak sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah agar dilakukan perbaikan dan pengerukan tambak kami yang sudah dangkal dan kering. Melalui Anda sebagai wakil kami di parlemen, tolong perjuangkan kepentingan kami, Pak,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan petani lainnya mengatakan bahwa mereka kesulitan mendapatkan pupuk saat musim tanam tiba.

“Pak, kami mohon kepada pemerintah agar menambah kuota pupuk. Setiap musim tanam di desa kami selalu terjadi kekurangan pupuk. Tidak hanya mahal, barangnya pun sulit kami peroleh. Padahal, pupuk merupakan penunjang utama hasil pertanian kami. Mohon dibantu, Pak. Melalui Anda sebagai wakil kami, tolong perhatikan persoalan ini dengan serius,” harapnya.

Usai mendengar apa yang disampaikan para petani, Bustami dengan tegas mengatakan akan memperjuangkan dan menjadikan persoalan tersebut sebagai prioritas dalam agenda kerjanya ke depan untuk disampaikan kepada pimpinan dan dibahas dalam sidang paripurna.

“Persoalan pupuk dan tambak menjadi prioritas saya ke depan untuk saya perjuangkan di parlemen. Ini adalah kewajiban saya sebagai wakil rakyat untuk peduli dan memperjuangkan kepentingan mereka,” ujarnya.

Menurut Bustami, kekurangan atau kelangkaan pupuk tidak hanya terjadi di Kecamatan Bandar Baru, tetapi juga di seluruh Kabupaten Pidie Jaya. Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena sekitar 75 persen masyarakat Pidie Jaya berprofesi sebagai petani. Oleh sebab itu, keluhan para petani harus ditanggapi secara bersama-sama.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua,” tutupnya.

Untuk diketahui, pertemuan dalam rangka menampung aspirasi yang digelar di kediaman Bustami tersebut selain dihadiri para petani, juga dihadiri warga sekitar serta tokoh masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Bandar Baru.

(Herry)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest