Pidie Jaya, Investigasi.news – Anggota DPRK Pidie Jaya dari Partai Aceh, Said Syahrul, memanfaatkan masa reses pertamanya untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kegiatan yang berlangsung di kediamannya di Desa Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua, Sabtu (27/6/2026), dihadiri aparatur desa serta perwakilan masyarakat dari Kecamatan Bandar Dua dan Jangka Buya.
Bagi politikus pendatang baru itu, reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, tetapi menjadi momentum penting untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.
Melalui sambungan telepon kepada kontributor Investigasi.News, Said Syahrul mengaku banyak memperoleh masukan yang akan menjadi bahan perjuangannya di lembaga legislatif.
“Pertemuan ini sangat berarti bagi saya. Selain mempererat silaturahmi, saya bisa mendengar langsung berbagai persoalan dan harapan masyarakat. Banyak hal yang saya dapatkan dari pertemuan ini dan semuanya akan menjadi perhatian saya ke depan,” ujar Said.
Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari sektor pertanian hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Said, persoalan yang paling mendesak saat ini adalah lahan pertanian yang hingga kini masih tertimbun material banjir sehingga tidak dapat digarap kembali oleh petani.
“Saya akan berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya penyelesaian lahan pertanian yang masih tertimbun material banjir. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan dan akan saya bawa dalam pembahasan di DPRK,” tegasnya.
Ia menambahkan, selain sektor pertanian, masih banyak persoalan lain yang membutuhkan perhatian pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah seorang warga Bandar Dua, Jailani (62), mengungkapkan bahwa hingga kini banyak petani belum dapat kembali mengolah sawah akibat endapan lumpur pascabanjir.
“Kami berharap bapak dewan dapat memperjuangkan solusi agar sawah kami bisa kembali ditanami. Sawah adalah sumber penghidupan utama masyarakat. Kami ingin bisa bertani seperti sebelum banjir,” harapnya.

Aspirasi juga datang dari kalangan perempuan. Nurhayati (53) berharap adanya dukungan permodalan bagi pelaku usaha kecil agar kaum ibu memiliki kesempatan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kami berharap ada bantuan modal usaha sehingga kami bisa membuka usaha kecil untuk membantu perekonomian keluarga,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Said Syahrul menegaskan seluruh masukan masyarakat telah dicatat dan akan dipelajari sebelum diperjuangkan melalui mekanisme di DPRK Pidie Jaya.
“Semua aspirasi masyarakat sudah saya tampung. Insya Allah akan saya sampaikan kepada pimpinan DPRK dan pemerintah daerah agar dapat menjadi perhatian bersama. Mungkin tidak semuanya bisa direalisasikan sekaligus, tetapi saya akan terus memperjuangkannya secara bertahap,” pungkasnya.
Reses tersebut menjadi ruang dialog yang mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya, sekaligus mempertegas komitmen Said Syahrul untuk menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar dalam memperjuangkan kebijakan di DPRK Pidie Jaya.
(Herry)







