Kota Solok,Investigasi.news – Akibat kurangnya personil Keamanan dan kurangnya pengadaan Kamera Pengawas ( CCTV) diarea Pasar Raya Solok Sumatera Barat, membuat langkah mudah bagi komplotan Pencuri untuk melakukan Aksi kejahatan seputar Pasar Raya Kota Solok. Hal ini terbukti telah berulang kali kejadian pencopetan terjadi sepanjang Tahun 2026, seperti Pencurian Tas Pengunjung Pasar, pencurian AC beserta Diesel Toko, Membongkar Kios para pedagang, dan peristiwa kriminal lainnya.
Seperti yang terjadi pada hari ini, Kamis,29/10/2026 sesuai data yang diperoleh di Kantor Pengelolaan Pasar, kios pedagang Kelontong yang menjual Produk Sembako di Tahap 4 Pasar Raya Kota Solok mengalami kerugian lebih kurang 2Juta.
Pasalnya kios Milik SYAMSIAR panggilan YAM mengalami kerugian karna Kios Kelontong miliknya di Bongkar paksa oleh segerobolan Pencuri yang membawa paksa isi kiosnya dan menguras isi kiosnya berupa 3 Karton besar Minyak Kita, Beras Anak Daro 5 karung, Telur, gula dan yang lainnya ikut hilang, peristiwa ini terlihat jelas pada rekamam CCTV yang ada di seputar kios, memperlihatkan aksi perampokan tersebut namun hasil CCTV kurang memadai dan tidak dapat melihat Ciri Pelaku beserta kendaraan yang di gunakan untuk.melancarkan Aksi pencurian tersebut. Dan persoalan perampokan ini telah di lamporkan langsung oleh pihak korban ke pihak kepolisian terdekat.
Sementara menurut Ambril Safuddin.SH.MH salah seorang pengamat Kebijakan Publik dan juga seorang pengunjung pasar, saat dimintai komentar dan Tanggapannya terhadap persoalan tingginya kriminalitas yang terjadi di Pasar Raya Kota Solok hari ini menyatakan.”
Penyebab tingginya angka Kriminalitas yang terjadi di area Pasar itu ada beberapa faktor penyebabnya yang paling utama itu Faktor Ekonomi dan juga Faktor Kelalaian dari Pengelola Pasar terhadap kenyaman bagi pengunjung pasar, kriminalitas terjadi karna berkemungkinan Tidak melibatkan pihak kepolisian dalam pengawasan keamanan pasar dan persoalan ini dapat menyebabkan melemahnya penegakan hukum dan meningkatnya kerawanan sosial di lingkungan pasar. Terangnya.
Lebih jauh Ambril memaparkan Ketika fungsi pengawasan sepenuhnya diserahkan kepada pihak internal atau swadaya tanpa koordinasi dengan kepolisian, beberapa dampak negatif yang sering terjadi seperti Meningkatnya Tindak Kriminalitasitas: Kasus seperti pencurian, perampokan, penipuan, hingga peredaran barang ilegal/palsu menjadi lebih sulit dicegah karena keterbatasan wewenang dan personel keamanan pasar.
Dan juga bisa terjadi Maraknya Praktik Premanisme dan Pungli: Tanpa adanya efek jera dari aparat penegak hukum, oknum preman atau organisasi liar dapat dengan mudah melakukan pemerasan dan pungutan liar kepada para pedagang.
Dan juga Keterbatasan Tindakan Hukum maksudnya Petugas keamanan internal pasar (satpam) tidak memiliki wewenang hukum untuk melakukan penangkapan resmi, menahan tersangka, atau melakukan penyidikan pidana. Jika terjadi kerusuhan antar-pedagang, bentrokan massa, atau gangguan ketertiban skala besar, penanganan menjadi lambat dan berpotensi eskalatif.
Jika Melibatkan pihak kepolisian dalam pengawasan keamanan pasar akan membawa dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi lokal dan kenyamanan masyarakat. Dampak positif utamanya adalah terciptanya situasi kondusif yang mencegah tindakan kriminal sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pedagang dan pembeli, kita bisa memahami dan melihat, keterlibatan kepolisian di area pasar yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya dan ini akan Mencegahan sefikit banyaknya Tindak Kriminal (Preventif), kehadiran Polisi akan
Menekan angka kriminalitas, sebab Kehadiran fisik personel polisi secara berkala (police presence) efektif mengurungkan niat pelaku kejahatan seperti copet, jambret, dan penipuan. Dan kehadiran personal Polisi bisa Meminimalisir dan menindak tegas praktik pungutan liar (pungli) atau intimidasi kelompok tertentu kepada para pedagang. Terangnya.
Berdasarkan pangangan tersebut, sangat diharapkan Peran Aktif Pemerintah Setempat untuk sesegera mungkin menciptakan Suasana Pasar Raya Kota Solok yang Nyaman bagi pengunjung dan Ramah serta dapat memberikan layanan yang bermutu. (Wahyu)













