Malut, Investigasi.news – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045. Program ini sendiri diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Di Kab. Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, untuk MBG masih dilakukan ‘prepare’, hal ini diungkap Letkol. Inf. Efran Tri Hernowo, S.IP Dandim 1510/Sula sebagai salah satu pihak yang diajak kerjasama oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pilot project pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.
“Di Kepulauan Sula kami masih dalam posisi mempersiapkan, jadi rencananya dalam waktu dekat, mungkin hari Kamis (30/1) pihak BGN akan turun ke Sula untuk melihat pembangunan dapur sehat yang rencananya dibangun di sekitar rumah dinas TNI Sula di Mangon”, ungkap Pak Dandim kepada pewarta investigasi.
Dirinya juga menjelaskan jika dalam hal ini BGN bukan hanya bekerja sama dengan TNI tapi juga ada dengan pihak swasta dan pihak lainnya, perlu juga dicatat bahwa TNI (Kodim 1510/Sula) lebih kepada pengawasan program dan distribusi, tidak dalam posisi mengelola anggaran.
”Kita tidak mengelola anggaran, tapi lebih kepada pengawasan program dan distribusi, targetnya pada permulaan ini kita bisa memberikan MBG kepada 3.200 Pelajar di Kepulauan Sula”, ujar Pak Dandim.
Disentil mengenai anggaran pelaksanaan program MBG di Kepulauan Sula, Dandim Efran mengatakan jika anggaran pelaksana program ini dari pusat atau dari BGN, bukan bersumber dari APBD atau Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula.
“Anggaran dari pusat mas, tapi tetap Pemda terlibat dalam program ini”, ucap Pak Dandim.
Sementara itu dari informasi yang dikantongi media ini selain BGN dan TNI Kodim 1510/Sula, pihak Pemda Kab. Kepulauan Sula melalui Organisasi Perangkat Daerah/OPD terkait juga ikut bekerja sama menyukseskan program MBG di Kepulauan Sula.
RL

















