Kotamobagu,Invetigasi.News—Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kota Kotamobagu Tahun 2027, Senin (30/03/2026) bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, SH.MH., Unsur Forkopimda, Dandim 1303 BM, Letkol Inf. Manashe Lomo, mewakili Kapolres Kotamobagu, AKP Donald S Ngalimin, Mewakili Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu, Dedy, Kepala Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Budaya Bappeda Sulut, Patricia L. Languju, S.T., M.Si., Kepala BPS Kotamobagu, Jasni Makalunsenge, Sekretaris Daerah, Sofyan Mokoginta, para asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah dan Sangadi se Kota Kotamobagu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Weny Gaib menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis dalam menyelaraskan program pembangunan daerah agar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta kebijakan pembangunan Nasional dan Provinsi.
“Melalui forum inilah kita memastikan bahwa setiap kebijakan yang direncanakan disusun secara partisipatif, berbasis data, terukur serta benar – benar mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat secara nyata,” ujar Wali Kota.
Wali Kota menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar rutinitas birokrasi tahunan. Ia menegaskan forum ini adalah wadah strategis untuk menyatukan gagasan dan komitmen dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan yang partisipatif dan berbasis data.
Dikesempatan tersebut juga Wali Kota memaparkan perkembangan positif pembangunan di Kota Kotamobagu dalam beberapa tahun terakhir. Meski menunjukkan tren yang membaik berkat sinergi seluruh elemen, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tetaplah besar.
Fokus utama pemerintah ke depan mencakup upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan perlindungan bagi kelompok rentan, serta mempercepat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, RKPD Tahun 2027 mengusung tema: “Penguatan Identitas Budaya dan Ketahanan Sosial untuk Pembangunan yang Inklusif”
“Tema ini menegaskan bahwa pembangunan yang kita lakukan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan jati diri daerah dan ketahanan sosial masyarakat,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh peserta forum untuk memberikan usulan yang realistis dan solutif.
“Perencanaan yang baik harus berbasis data, didukung analisis yang tajam, serta keberanian dalam menetapkan prioritas,” tambah Wali Kota.
Acara ini juga melibatkan partisipasi luas dari berbagai lapisan, mulai dari pimpinan instansi vertikal, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan perbankan, BUMN, LSM, dunia usaha, perwakilan perempuan, pemuda, hingga Forum Anak Daerah. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan program kerja yang berdampak nyata bagi seluruh warga Kotamobagu. (**)













