Medan Labuhan, investigasi.news – Pasca bencana alam banjir sungai Deli kemaren, Masyarakat Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, khususnya yang terdampak bencana alam minta Menteri BUMN, Erick Thohir segera mencopot jabatan semua petinggi Fuel Terminal (FT) Medan Group. Pasalnya perusahaan naungan BUMN itu dinilai tidak peduli keluhan masyarakat sekitarnya. Sabtu (30/11/2024) pukul 13.00 Wib.
“Masyarakat sangat kecewa dengan petinggi-petinggi di Fuel Terminal Medan Group. Bencana alam banjir sungai Deli yang berdampak buruk di 12 lingkungan Kelurahan Pekan Labuhan merupakan jiran tetangga perusahaan tersebut, bahkan pusat bencana alam tepat sejajar dengan tangki-tangki perusahaan, tapi hingga sampai saat ini tidak ada perhatiannya terhadap masyarakat korban bencana, ini luar biasa”.
Hal itu diungkap pemuka masyarakat lingkungan 23, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Abd. Rahman (52).
Bapak 3 putera itu minta Menteri BUMN sesegera mungkin untuk mencopot semua petinggi di Fuel Terminal Medan Group.
“Kami minta kepada Menteri BUMN sesegera mungkin mencopot jabatan semua petinggi di Fuel Terminal Medan Group, jalan KL Yos Sudarso KM. 19,3 lingkungan 24, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Semuanya harus dicopot. Mereka cari makan mengumpul kekayaaan di lingkungan kami, tapi tidak ada kepeduliannya terhadap musibah yang dialami masyarakat sekelilingnya”, tegas Abd. Rahman dengan nada geram.
Bencana alam banjir sungai Deli kemaren terjadi di beberapa titik di kota Medan. Di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan pusat bencana alam terdapat di lingkungan 23 Pekan Labuhan. Tanggul sungai Deli jebol sekitar 10-15 meter.
Akibat bencana alam tersebut, ribuan rumah di lingkungan 12 hingga lingkungan 29 Pekan Labuhan terendam air banjir campur lumpur. Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.
Lingkungan yang terparah terdapat di lingkungan 19, 21, 22, 23, 24, dan lingkungan 25 Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.
Bantuan sembako untuk dapur umum berdatangan dari berbagai pihak, kecuali dari perusahaan naungan BUMN Fuel Terminal Medan Group.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan tanggul dari pihak yang berwenang. (tim).

















