Hukum Dipermalukan di Batam: Gelper Alexis Kebal Razia, Bos AD Diduga Dilindungi

More articles

Batam, Investigasi.News – Bau anyir perjudian berkedok “permainan ketangkasan” kembali menyengat dari Kota Batam. Sorotan kini mengarah ke Gelper Alexis, yang berdiri mencolok di kawasan Top 100 Tembesi, Sagulung. Dari luar tampak sebagai arena hiburan, namun investigasi lapangan membongkar praktik klasik: hadiah rokok dari mesin permainan ditukar kembali dengan uang tunai—modus lama yang terus diulang, seolah hukum tak lagi punya taring.

Nama AD disebut-sebut sebagai pengendali utama. Sosok ini digambarkan punya jejaring kuat, bahkan diduga menembus lingkaran aparat. Publik sudah lama bertanya-tanya: mengapa tempat yang terang-terangan melanggar hukum ini tetap mulus beroperasi, sementara warga kecil ditangkap hanya karena sabung ayam?

“Kalau bukan karena ada yang melindungi, mustahil Gelper sebesar itu bisa buka setiap hari. Semua tahu apa yang terjadi di dalam, tapi tidak pernah ada razia serius,” kata seorang warga Sagulung.

Pertanyaan besar kini menggema: ke mana pemerintah Kota Batam dan aparat penegak hukum? Aturan jelas menyebut perjudian sebagai tindak pidana dengan ancaman penjara, tapi di Batam hukum justru timpang. Rakyat kecil diborgol, sementara bos besar duduk santai, seakan punya paspor kebal hukum.

“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi pembiaran sistematis. Ada dugaan aliran dana yang membuat aparat memilih diam,” ujar sumber yang enggan disebut namanya.

Perjudian bukan sekadar permainan. Ia meninggalkan jejak luka dalam keluarga. Rini (nama samaran), seorang istri korban, menuturkan getir hidupnya:

“Suami saya tiap malam nongkrong di Gelper. Katanya hanya main ketangkasan, tapi pulang bawa utang. Uang belanja habis, anak-anak jadi korban. Hidup kami seperti neraka.”

Di balik gemerlap lampu Alexis, ada rumah tangga yang runtuh, ada anak-anak yang kehilangan masa depan, ada ekonomi rakyat kecil yang terkuras habis.

Kini bola panas ada di tangan pemerintah kota, kepolisian, dan aparat hukum. Publik menunggu: beranikah mereka menutup Gelper Alexis dan menyeret AD ke pengadilan, atau memilih diam tunduk pada kuasa uang?

Jika Gelper Alexis tetap berdiri, kesimpulannya gamblang: hukum di Batam hanya berlaku bagi yang lemah, sementara para mafia bisa membeli perlindungan.

Batam sedang diuji—dan ujian ini akan menjawab satu hal mendasar: masih adakah wibawa hukum di negeri ini, atau semuanya hanya panggung sandiwara penuh kompromi?

Fransisco Chrons

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest