Batam Uji Coba Rumah Pompa Rp18 Miliar, Air Surut 15 Sentimeter Hanya Dalam 15 Menit

More articles

Batam, investigasi.news – Upaya Pemerintah Kota Batam mengakhiri derita banjir di kawasan padat aktivitas Pasar Jodoh akhirnya menampakkan hasil. Rumah pompa raksasa senilai Rp18,2 miliar yang dibangun sejak Februari 2025 kini resmi rampung dan siap beroperasi.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung meninjau hasil akhir pembangunan, Jumat (3/10/2025). Fasilitas yang digarap oleh PT Karya Bintan dengan konsultan pengawas CV Prima Kreasi Arsindo Consultant ini dibiayai dari APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan tepat waktu dalam masa kontrak 240 hari kalender.

“Hari ini pembangunan sudah selesai, bahkan pada uji coba dalam waktu 15 menit saja, debit air turun sekitar 10–15 sentimeter. Ini hasil yang sangat memuaskan,” ujar Amsakar dengan nada optimistis.

Menurutnya, sistem kerja rumah pompa dirancang canggih: air yang meluap akan langsung disalurkan ke laut secara otomatis, bahkan ketika pasang tinggi. Tim teknis juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan kapasitas mesin bekerja maksimal.

“Saya optimis sistem ini mampu mengurangi genangan dan menjadi solusi nyata penyelesaian banjir di Batam,” tambahnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, mengonfirmasi bahwa proyek bernilai Rp18.255.730.355,00 tersebut kini memasuki tahap commissioning test sebelum resmi dioperasikan penuh.

“Jika hasilnya sesuai harapan, kami akan membangun lebih banyak rumah pompa di titik-titik rawan banjir. Modelnya kita adaptasi dari sistem di Marunda, dan akan kita integrasikan dari hulu ke hilir,” jelas Suhar.

Rumah pompa yang kini berdiri kokoh dengan warna dominan putih-kuning itu dilengkapi pompa lumpur dan pintu air otomatis, memastikan sirkulasi air lebih efektif dan terkontrol.

Namun tak hanya soal banjir, dalam kunjungan itu Amsakar juga menyoroti penumpukan kontainer di bahu jalan sekitar kawasan Pelabuhan Batu Ampar yang dinilai menyimpang dari aturan.

“Jalan seharusnya bisa dipakai empat lajur, tapi sekarang hanya dua karena dipakai parkir kontainer. Ini tidak hanya melanggar, tapi juga menimbulkan debu dan membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Ia meminta aparat terkait, termasuk Dirpam, Deputi Kepelabuhanan, dan Dinas Perhubungan, segera menertibkan kawasan tersebut agar fungsi jalan kembali normal.

Dengan rampungnya rumah pompa Jodoh, Batam kini selangkah lebih maju dalam membangun sistem pengendalian banjir terintegrasi — sebuah langkah nyata untuk melindungi aktivitas ekonomi dan kehidupan warga dari ancaman genangan tahunan.

Fransisco Crons

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest