Polisi Sudah Kantongi Nama Pelaku, Kasus “Nek Saudah” Akan Dibuka Transparan Ke Publik

More articles

Pasaman, Investigasi.news – “Trims Uda, mengingat kondisi kesehatan korban maka diutamakan pengobatan dan visum. In Shaa Allah hari ini sdh ada khabar pelaku aniaya untuk segera proses hukum.”

Demikian dinyatakan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA, dalam sebuah percakapan Grup WhatsAap, minggu (03/01/26), terkait kasus tindak kekerasan terhadap seorang wanita lanjut usia, di tepi sungai Batang Sibinayil, Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, pada Kamis (31/2/2025) malam.

Berdasarkan informasi, korban bernama Saudah (67 th), mengalami tindakan kekerasan dari tiga atau empat orang terduga pelaku, setelah korban berusaha menegur dan melarang aktivitas tambang di Sungai Batang Sibinayil.

Akibat kejadian tersebut, korban sempat kritis dan mengalami banyak luka di tubuhnya. Dan sejak jumat kemaren, korban telah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping.

“Korban sudah mulai sadar, namun kondisinya masih lemah. Secara physik, tampak ke dua mata lebam membiru akibat hantaman benda keras, kening luka robek, termasuk beberapa bagian tubuh lainnya, seperti punggung tangan dan kaki,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pasaman, usai mendampingi Kapolres Pasaman membezuk korban di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, Minggu (3/1/26).

Setelah mendapat informasi awal dari korban, Kasat Reskrim AKP. Fion J. Hayes, S.H. MM., bersama Tim Opsnal langsung bergerak ke TKP, di Lubuk Aro, Jorong VI Nagari Padang Mentinggi Utara, Rao, yang berjarak 60 Km dari Lubuk Sikaping.

“Sesuai target yang diberikan Kapolda, pada hari ini, kita sudah kantongi nama-nama terduga pelaku yang berjumlah tiga orang dan bisa lebih,” jelas AKP. Fion.

Hingga minggu malam tadi, Polisi masih memburu keberadaan pelaku. Karena dari informasi, usai menjalankan aksinya dan membuang korban ke semak-semak, Pelaku berinisial Hsn beserta anaknya Mnk dan satu pelaku lainnya Dyt, langsung kabur melarikan diri, tidak kembali ke rumah mereka.

“Pelaku diketahui sudah melarikan diri, dan kita akan terus melakukan pengejaran,” tegas Kasat Reskrim.

Dari penuturan korban, seperti diutarakan anaknya, Iswadi Lubis (40), bahwa orangtuanya mulai mengalami tindak kekerasan sekitar pukul 19.30 Wib Kamis malam, di areal bantaran Sungai Batang Sibinail.

Menurutnya, kejadian bermula pada Kamis sore, ketika korban menegur pelaku untuk tidak lagi melakukan penambangan di kawasan Batang Sibinail, karena areal tambang tersebut sudah makin melebar dan sudah masuk ke tanah milik warga sekitar.

“Sesaat setelah ditegur, para pelaku sempat berhenti. Namun malamnya mereka melanjutkan aktifitasnya, sehingga orang tua kami kembali ke Batang Sibinail dan berusaha menghadang excavator yang digunakan pelaku,” tutur anak korban.

Korban akhirnya mendapat tindakan kekerasan dan dianiaya pelaku secara bersama sama. Karena menduga korban sudah tidak bernyawa lagi, selanjutnya pelaku membuang korban ke semak belukar, tidak jauh dari TKP penganiayaan.

Namun syukur, Nek Saudah bisa sadar dari pingsannya. Begitu siuman, masih antara sadar dan tidak, korban mendapati dirinya tengah berada di semak semak. Yang teringat waktu itu ada beberapa pohon pinang disana.

Masih dari penuturan korban, dirinya kemudian berdiri dan berjalan mengikuti cahaya putih yang dilihatnya di kegelapan. malam itu.

Dengan tertatih tatih dan tubuh penuh luka dan darah, korban berhasil sampai di rumah, namun kemudian wanita pemberani itu kembali jatuh pingsan, tidak sadarkan diri, dan selanjutnya dilarikan ke rumah sakit oleh pihak keluarga.

Peristiwa ini lemudian dilaporkan Ilhamuddin alias Ucok Landong, anak korban, ke Polsek Rao.

“Tadi Pelapor dan dua Orang saksi sudah kita periksa dan dimintai keterangan. Namun terkait kronologi dan motif kejadian, masih didalami dan pelaku masih dalam perburuan. Mohon dukungan agar kasus ini cepat terungkap dan nanti akan kita sampaikan ke publik secara transparan,” ujar Kasat Reskrim di kantornya, minggu sore.

Bg Bud

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest