Hidupkan Kembali Balai Pengajian Pasca Banjir, HUDA Pidie Jaya Turunkan Puluhan Guru Ngaji

More articles

Pidie Jaya — Pasca bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya beberapa waktu lalu, aktivitas keagamaan di sejumlah desa terdampak sempat terhenti. Untuk menghidupkan kembali balai dan tempat pengajian yang fakum, Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Pidie Jaya mengutus puluhan tenaga pengajian ke desa-desa terdampak banjir.

Pelepasan para guru ngaji tersebut berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026. Para tenaga pengajar berasal dari sejumlah organisasi Islam, di antaranya HUDA, Imnad, Sirul Mubtadin, dan Tasafi.

Berdasarkan pantauan Investigasi.news, sebelum diberangkatkan ke lokasi tugas masing-masing, para guru ngaji terlebih dahulu mendapat arahan dan pembekalan. Arahan tersebut diberikan agar para kader dayah mampu menjalankan tugas pengajaran secara maksimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Ketua HUDA Pidie Jaya, Abi Zulfikar, menjelaskan bahwa penempatan para Tgk Dayah ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pengajian di TPA dan balai pengajian yang sudah lama tidak aktif akibat banjir.

“Hari ini, HUDA bersama MPU yang diwakili oleh Waled Munir, secara resmi melepas sekitar 50 orang Tgk Dayah ke desa-desa terdampak banjir. Mereka ditugaskan untuk menghidupkan kembali pengajian di TPA maupun balai pengajian yang fakum pasca banjir di akhir November tahun lalu,” ujar Abi Zulfikar.

Ia berharap, dengan kehadiran para tenaga pengajar tersebut, proses belajar mengajar dapat kembali berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Senada dengan itu, Wakil Ketua MPU Pidie Jaya, TGk H. Muniruddin, M.Diah, menegaskan bahwa upaya mengaktifkan kembali pengajian, khususnya bagi anak-anak, merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi penerus di Negeri Japakeh.

“Kami tidak ingin akibat banjir, anak-anak di Pidie Jaya harus berhenti belajar, terutama dalam pendidikan agama, dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, MPU bersama HUDA, Sirul Mubtadin, Imnad, dan Tasafi bermusyawarah dan sepakat menempatkan tenaga pengajar di desa-desa terdampak,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparatur desa, hingga orang tua murid. Dengan dukungan bersama, diharapkan anak-anak Pidie Jaya dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih baik, berakhlak, dan berilmu.

(Herry)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest