218 Mahasiswa Unand Laksanakan KKN di Sawahlunto, Pemko Dorong Kontribusi Nyata Berbasis Akademik

More articles

Sawahlunto, investigasi.news — Pemerintah Kota Sawahlunto menerima kehadiran 218 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sembilan desa di wilayah Kota Sawahlunto. Penerimaan mahasiswa KKN tersebut berlangsung pada Jumat (2/1/2026), dan diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams.

Dalam arahannya, Sekda Rovanly menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa KKN diharapkan menjadi energi intelektual baru bagi pemerintah desa dan kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan publik. Mahasiswa dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kinerja pembangunan dan pelayanan masyarakat melalui pendekatan akademis dan berbasis data.

Ia meminta agar seluruh program kerja KKN disusun selaras dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kota Sawahlunto. Dengan demikian, kontribusi mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan nilai tambah nyata melalui analisis lapangan, pengolahan data, serta solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Sawahlunto terbuka terhadap referensi ilmiah, kajian akademik, serta gagasan inovatif dari mahasiswa. Hal ini dapat menjadi bahan pengayaan dan penguatan substansi kebijakan di tingkat lokal,” ujar Rovanly.

Lebih lanjut, Sekda menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa KKN dan pemerintah desa agar mampu menjembatani praktik pemerintahan dengan pendekatan ilmiah. Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan program yang lebih terukur, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.

Sementara itu, perwakilan dosen pendamping Universitas Andalas berharap jajaran Pemerintah Kota Sawahlunto serta pemerintah desa dapat memberikan pendampingan aktif kepada mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Selain sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, KKN juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran sosial dan tata kelola pemerintahan bagi generasi akademisi muda.

Pelaksanaan KKN ini diharapkan mampu memberikan manfaat timbal balik, baik bagi masyarakat dan pemerintah daerah, maupun bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah kehidupan sosial masyarakat. Tumpak

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest