Karimun – Aksi nekat pencurian baterai (aki) genset di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) Karimun berakhir apes. Seorang pria yang diduga santai menggondol aki rumah sakit menggunakan motor bebek kini harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diringkus jajaran Polsek Tebing.
Pelaku diketahui bernama Fajarullah alias Fajar, buruh harian lepas asal Sungai Pasir, Karimun. Ia ditangkap tim Unit Reskrim Polsek Tebing pada Rabu (20/5/2026) di kawasan Perumahan Paya Cincin Asri, setelah aksinya terekam kamera pengawas.
Kasus ini mencuat ketika genset RSBT mendadak mati pada Sabtu malam (16/5/2026). Kondisi itu sontak memicu kecurigaan petugas keamanan rumah sakit. Saat dilakukan pengecekan ke ruang genset, satu unit aki merek GS 12 Volt 100 Ah ternyata sudah raib.
Tak ingin kecolongan, pihak rumah sakit langsung bergerak. Senior Officer General Affairs RSBT, Andika Eko Prianto, meminta petugas keamanan memeriksa rekaman CCTV.
Hasilnya bikin geleng kepala. Dalam rekaman terlihat seorang pria diduga pelaku dengan santainya membawa kabur aki genset menggunakan sepeda motor Suzuki Smash.
Laporan pun segera dilayangkan ke Polsek Tebing. Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga identitas pelaku berhasil dikantongi.
“Pelaku berhasil diamankan dan saat diinterogasi mengakui telah melakukan pencurian aki genset milik RSBT,” ungkap pihak kepolisian.
Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit aki genset serta sepeda motor Suzuki Smash warna biru nomor polisi BP 6231 CK yang diduga menjadi kendaraan operasional saat menjalankan aksi pencurian.
Kapolsek Tebing, Sungkub Kaban, mengatakan motif pencurian dipicu alasan ekonomi. Namun demikian, alasan tersebut tak menghapus konsekuensi hukum yang harus dihadapi pelaku.
“Pelaku mengaku nekat mencuri karena alasan kebutuhan ekonomi, namun proses hukum tetap berjalan,” tegasnya, Rabu (20/5/2026).
Saat ini, polisi masih melengkapi berkas perkara serta memeriksa sejumlah saksi tambahan guna proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba-coba mencuri fasilitas umum, apalagi yang berkaitan dengan pelayanan publik.
“Jangan pernah berpikir aman setelah mencuri. Apalagi fasilitas rumah sakit yang menyangkut kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Sapi’i



















