Pidie Jaya, investigasi.news – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya pada 2026 hadir dalam suasana yang berbeda. Di satu sisi, pemerintah daerah menggelar berbagai kegiatan bernuansa keagamaan, sosial, budaya, olahraga, dan ekonomi. Namun di sisi lain, daerah berjuluk Negeri Japakeh itu masih berjuang memulihkan diri dari dampak banjir yang menyisakan berbagai persoalan bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memadukan peringatan HUT daerah dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai 10 hingga 16 Juni 2026.
Mengusung tema “Bangkit Bersyariat dan Pulih Bersama”, peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Tema tersebut mencerminkan dua prioritas utama pemerintah daerah, yakni memperkuat identitas masyarakat yang berlandaskan syariat Islam sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Fakhri Abdul Muthaleb, mengatakan tema tersebut mengandung pesan strategis bagi arah pembangunan daerah.
“Bangkit Bersyariat menegaskan komitmen Pidie Jaya dalam memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Sementara Pulih Bersama merupakan ajakan bagi seluruh elemen untuk bergandengan tangan mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur pascabanjir,” ujar Fakhri.
Menurutnya, rangkaian kegiatan diawali dengan Festival Lomba Islami pada 10–12 Juni yang melibatkan pelajar, santri, dan masyarakat umum.
Berbagai cabang perlombaan, seperti hafalan Al-Qur’an, tartil, kaligrafi, pidato bahasa Arab, azan, hingga cerdas cermat Islami, digelar sebagai upaya membangun karakter generasi muda di tengah tantangan era digital dan perubahan sosial yang semakin kompleks.
Tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, pemerintah juga menghadirkan Pameran UMKM dan Kerajinan Kreatif pada 13–14 Juni sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah. Banyak pelaku usaha masih berupaya bangkit setelah banjir merusak tempat usaha, menghambat distribusi barang, serta menurunkan daya beli masyarakat.
Di bidang sosial, panitia juga menggelar donor darah dan jalan sehat yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Salah satu agenda yang diperkirakan menjadi magnet utama perayaan adalah Pawai Mobil Hias pada 15 Juni. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi media promosi pembangunan daerah, kreativitas masyarakat, sekaligus pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas Pidie Jaya.
Meski demikian, kemeriahan perayaan tidak sepenuhnya menutupi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Hingga kini, dampak banjir masih dirasakan di sejumlah wilayah.
Sejumlah infrastruktur belum sepenuhnya pulih, lahan pertanian masih membutuhkan penanganan serius, sementara krisis air bersih masih menjadi keluhan warga di beberapa gampong, terutama di kawasan yang terdampak paling parah.
Karena itu, tema “Pulih Bersama” akan menjadi tolok ukur komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui kebijakan yang nyata dan berkelanjutan. Masyarakat berharap momentum HUT tidak berhenti pada euforia perayaan, tetapi mampu menghadirkan langkah-langkah konkret yang mempercepat pemulihan daerah.
Memasuki usia ke-19 tahun, Kabupaten Pidie Jaya berada pada fase penting dalam perjalanan pembangunannya. Daerah ini tidak hanya dituntut menjaga identitas keislaman dan budaya sebagai fondasi kehidupan masyarakat, tetapi juga menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke tingkat gampong.
Puncak peringatan HUT ke-19 Kabupaten Pidie Jaya akan ditutup dengan Zikir Akbar dan tausiah pada 16 Juni 2026. Penutupan tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kekuatan spiritual, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap sesama.
Lebih dari sekadar perayaan hari jadi daerah, HUT ke-19 Kabupaten Pidie Jaya diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, membangkitkan ekonomi masyarakat, melestarikan nilai-nilai sejarah, dan mempercepat pemulihan pascabencana. Dengan semangat “Bangkit Bersyariat dan Pulih Bersama”, pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan membangun Pidie Jaya menjadi daerah yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera.
(Herry)







