SUMBERPUCUNG — Tantangan pelayanan kesehatan di era kecerdasan buatan atau AI membuat UPT Puskesmas Sumberpucung menggelar pelatihan peningkatan kapasitas SDM.
Kegiatan “Transformasi Pelayanan Publik: Mewujudkan Senyum, Nyaman dan Solutif melalui Service Excellent” dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Ruang Pertemuan Warung Lesehan Yogya, Sumberpucung.
Pelatihan ini terlaksana berkat dukungan program CSR dari dua mitra, yakni Bank Jatim Unit Sumberpucung danbPR. BST. dr. Mentari dipercaya sebagai Ketua Panitia kegiatan.
Sebagai narasumber dihadirkan praktisi pelayanan Bapak Aryo Sudibyo dari ATV Batu. Dalam pemaparannya, Aryo menekankan bahwa standar pelayanan saat ini sudah naik level.

“Konsumen sekarang cerdas. Mereka sudah browsing dulu, sudah tanya AI dulu sebelum datang. Tugas kita bukan lagi hanya memberi informasi, tapi memberi rasa. Rasa aman, rasa didengar, dan rasa dihargai” ujar Aryo di hadapan peserta.
Kegiatan berlangsung interaktif. Selain paparan materi, peserta juga diajak diskusi, tanya jawab, dan simulasi langsung menghadapi berbagai tipe pasien.
Kepala Bank Jatim Unit Sumberpucung, Adi Nofi, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelayanan publik adalah wajah dari sebuah institusi.
“Pelayanan publik yang baik akan membangun kepercayaan. Kami dari Bank Jatim mendukung penuh kegiatan ini karena kami percaya, jika pelayanan di Puskesmas baik, maka kesehatan masyarakat Sumberpucung juga akan baik” katanya.
Sementara itu,Kasie K3 PR. BST, Gigih menyampaikan rasa terima kasih kepada Puskesmas Sumberpucung.
“Kami dari PR. BST mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Puskesmas telah banyak membantu dalam pemeriksaan kesehatan karyawan kami. Bantuan CSR perusahaan ini tidak sebanding dengan bantuan kesehatan yang diberikan oleh Puskesmas kepada perusahaan” ujarnya.

Kepala UPT Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmawati Daha, menegaskan pelatihan ini merupakan bentuk “refreshing” bagi seluruh pegawai.
“Tantangan kita sekarang adalah AI. Service Excellent tidak lagi hanya tentang senyum dan menyilahkan duduk. Tapi bagaimana kita bisa mengimbangi informasi dari AI, menjelaskan dengan bahasa yang mudah, dan tetap menjadi tempat paling dipercaya oleh pasien” tegas drg. Rahmawati.
Ia berharap, setelah pelatihan ini seluruh petugas mampu memberikan pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga hangat dan manusiawi.



