Iklan

Bupati Situbondo Minta Jemput Bola Pasien Katarak hingga Pelosok Desa

More articles

Situbondo, investigasi.news — Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, meminta jajaran tenaga kesehatan dan pemerintah desa memperkuat pendataan warga yang mengalami katarak hingga ke pelosok desa. Langkah jemput bola dinilai penting agar masyarakat yang membutuhkan operasi katarak gratis tidak terlewat dari layanan kesehatan.

Permintaan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Mas Rio saat meninjau pelaksanaan operasi katarak gratis melalui Program Soca Terak, hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Situbondo dengan John Fawcett Foundation (JFF) di GOR Baluran, Selasa (21/7/2026).

Menurut Mas Rio, keberhasilan program kesehatan tidak hanya diukur dari banyaknya pasien yang datang, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjangkau masyarakat yang belum memperoleh akses layanan.

Ia menilai petugas kesehatan bersama pemerintah desa perlu aktif melakukan pendataan dari rumah ke rumah, terutama terhadap warga lanjut usia (lansia) yang berisiko mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

“Bukan soal tinggi atau rendah jumlah penderitanya, tetapi bagaimana kita terus memperbarui data hingga ke pelosok desa, menginformasikan, dan menyebarluaskan informasi tentang Program Soca Terak ini,” ujar Mas Rio.

Ia menjelaskan, penyakit katarak dapat muncul seiring bertambahnya usia sehingga data penderita harus terus diperbarui secara berkala.

Menurutnya, seseorang yang sebelumnya tidak mengalami gangguan penglihatan dapat saja menderita katarak beberapa tahun kemudian. Karena itu, proses pendataan tidak boleh berhenti hanya dalam satu periode.

“Namanya penyakit, dulu umur 30 tahun tidak sakit, umur 32 tahun bisa saja sakit. Makanya kita terus update,” katanya.

Mas Rio meyakini masih banyak warga yang belum teridentifikasi sebagai penderita katarak. Oleh karena itu, pendekatan aktif hingga tingkat desa menjadi kunci untuk menemukan masyarakat yang membutuhkan penanganan.

“Kalau kita pandai mencari, semangat mencari sampai ke desa-desa, pasti dapat,” ujarnya.

Selain memperluas pendataan, Pemerintah Kabupaten Situbondo juga berharap program operasi katarak gratis dapat dilaksanakan lebih dari sekali dalam setahun agar cakupan pelayanan kesehatan mata semakin luas.

Mas Rio mengatakan, pelaksanaan program secara berkala akan memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat yang belum sempat mengikuti operasi pada tahap sebelumnya.

“Saya ingin setahun beberapa kali dan kegiatannya besar-besar,” katanya.

Sementara itu, Project Manager John Fawcett Foundation, I Nyoman Wardhana, menyatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan operasi katarak gratis di Situbondo sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun.

Namun, menurut Nyoman, realisasi pelaksanaan program tetap menyesuaikan dukungan dan kesiapan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Situbondo.

“Kami dari John Fawcett siap untuk melaksanakan dua sampai tiga kali dalam setahun. Tapi tentunya semua kembali ke beliau, Pak Bupati, karena terkait dengan anggaran,” ujarnya.

Pada pelaksanaan tahap pertama tahun ini, JFF melibatkan 24 tenaga paramedis dan enam dokter spesialis mata yang berasal dari Situbondo serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur.

Selama empat hari pelaksanaan, tim medis menargetkan sedikitnya 245 tindakan operasi katarak, meningkat dibandingkan target pada tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 200 pasien.

Peningkatan kapasitas layanan tersebut diharapkan mampu menekan angka gangguan penglihatan akibat katarak di Kabupaten Situbondo, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. (Agus)

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest