JAYAPURA — Aktivis lingkungan sekaligus Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Generasi Anak Bangsa (LSM WGAB), Yerry Basri Mak, Sabtu (29/8/2026), kepada media ini mengatakan sangat menyayangkan dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal yang terjadi di Bumi Perkemahan (Buper) Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.
“Ini sangat aneh. Pertambangan emas yang diduga ilegal terjadi di pinggiran Kota Jayapura, tetapi sampai sekarang belum juga ditindak,” kata Yerry.
Menurut Yerry, aktivitas tersebut menggunakan alat berat excavator untuk menggali kawasan hutan dan sekitar aliran kali. Ia menilai aktivitas itu berpotensi merusak ekosistem hutan serta mengganggu sumber air masyarakat.
“Praktik pertambangan ini sangat merugikan masyarakat. Hutan bisa menjadi gundul dan air bersih yang biasa digunakan masyarakat juga terancam tercemar. Bahkan, kali di sekitar lokasi berubah menjadi kuning,” ujarnya
Pantauan di lokasi menunjukkan satu unit excavator melakukan penggalian di area yang telah mengalami perubahan bentang lahan. Di sekitar lokasi terlihat material tanah dan bebatuan serta genangan air berwarna keruh kekuningan.
Yerry juga mengungkap informasi yang dikantonginya terkait dugaan sosok di balik aktivitas pertambangan tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, bos penambang diduga merupakan oknum aparat penegak hukum (APH).
“Kalau benar ada oknum APH di belakang aktivitas ini, jangan merasa kebal hukum dan sulit disentuh. Hukum harus berlaku untuk siapa pun,” tegas Yerry.
Ia meminta Polda Papua segera menyelidiki informasi tersebut sekaligus memeriksa legalitas aktivitas pertambangan di lokasi.
“Kami mendesak Polda Papua dan Pemerintah Kota Jayapura segera turun ke lokasi. Cek legalitasnya, cek siapa yang berada di balik aktivitas tersebut. Kalau terbukti ilegal, tutup total dan proses pelakunya sesuai hukum,” tegasnya.
Yerry juga meminta pemerintah memastikan kondisi lingkungan dan kualitas air di sekitar lokasi melalui pemeriksaan yang berwenang, sehingga dampak aktivitas pertambangan terhadap masyarakat dapat diketahui secara jelas.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari Polda Papua dan Pemerintah Kota Jayapura terkait dugaan aktivitas pertambangan tersebut, termasuk informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum APH. Jhon








