Banner iklan

Camat Fanayama Absen Saat Bupati Nisel Tinjau Lokasi Longsor, Warga Soroti Respons Pemerintah Kecamatan

More articles

Nias Selatan, investigasi.news – Akses jalan utama yang menghubungkan enam desa di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, lumpuh total akibat tertimbun material tanah longsor. Peristiwa tersebut menghambat mobilitas warga dan aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, turun langsung meninjau lokasi longsor pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Desa Hilifarokhalawa, Tasuluimbowo Sarumaha, unsur BPD, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Namun, kehadiran Bupati dan sejumlah pejabat daerah di lokasi justru diwarnai sorotan warga terhadap tidak hadirnya Camat Fanayama, Wilhelmus Haria. Ketidakhadiran pimpinan kecamatan tersebut menjadi perbincangan di tengah masyarakat yang hadir di lokasi bencana.

Sejumlah warga mengaku kecewa karena menilai Camat Fanayama seharusnya berada di lokasi untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak longsor.

“Seharusnya camat hadir mendampingi masyarakat dan pemerintah daerah. Ini akses jalan utama warga yang terputus akibat longsor,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Dikonfirmasi terkait ketidakhadirannya, Camat Fanayama, Wilhelmus Haria, menjelaskan bahwa rumahnya juga terdampak banjir sehingga dirinya harus melakukan pembersihan sejak malam hingga pagi hari.

“Semalam hingga tadi malam rumah saya terdampak banjir dan sampai pagi masih dalam proses pembersihan. Pagi ini saya juga sudah menghubungi pihak humas pemda. Awalnya informasi yang saya terima terlambat. Setelah saya hubungi kembali, saya mendapat informasi agar menyusul ke lokasi. Namun saat masih dalam perjalanan, saya mendapat kabar bahwa Bupati dan rombongan sudah meninggalkan lokasi longsor menuju Hilisimaetano,” jelasnya.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk membuka kembali akses jalan yang tertimbun material longsor agar aktivitas warga dapat kembali normal.

Di hadapan warga, Bupati Nias Selatan menyampaikan bahwa penanganan darurat akan segera dilakukan agar kendaraan dapat kembali melintas. Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengkaji pembukaan badan jalan baru mengingat lokasi longsor saat ini dinilai memiliki tingkat risiko yang tinggi karena berada di tepi jurang.

Pemerintah daerah diharapkan dapat bergerak cepat mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat enam desa di Kecamatan Fanayama. (Abdul)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest