Banner iklan

Kapolres Karimun Yunita Stevani Dorong Penguatan Peran Bhabinkamtibmas Cegah Bunuh Diri

More articles

Karimun | Kepri — Dua kasus dugaan bunuh diri terjadi di wilayah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Kamis (10/9/2026). Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius jajaran Polres Karimun sekaligus memperkuat komitmen kepolisian dalam mendorong upaya pencegahan melalui pendekatan sosial dan kepedulian masyarakat.

Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas ketika menghadapi persoalan kehidupan, baik persoalan keluarga, tekanan ekonomi maupun beban psikologis.

Menurutnya, persoalan berat perlu dihadapi dengan mencari bantuan, baik dari keluarga maupun pihak profesional, bukan dengan mengakhiri kehidupan.

Mengapa Segera Mencari Bantuan Sangat Penting?

Pikiran untuk bunuh diri dapat ditangani. Kondisi tersebut sering kali dipicu oleh depresi, kecemasan ekstrem, atau tekanan hidup yang berat. Psikolog maupun psikiater dapat memberikan terapi dan penanganan yang tepat.

Berbicara dengan orang lain, terutama tenaga profesional yang tidak menghakimi, juga dapat membantu seseorang menemukan sudut pandang baru yang lebih aman sehingga beban yang dirasakan menjadi lebih ringan.

Pencegahan sejak dini dapat menyelamatkan nyawa. Mengenali tanda-tanda peringatan pada diri sendiri maupun orang terdekat merupakan langkah awal untuk mencegah tindakan fatal.

Cara Membantu Orang Terdekat yang Berada dalam Krisis

Jika melihat teman atau anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda depresi berat atau menyatakan keinginan untuk mengakhiri hidup, dengarkan tanpa menghakimi. Biarkan mereka menyampaikan perasaan tanpa memberikan nasihat yang bersifat menggurui.

Tanyakan secara langsung. Tanyakan dengan lembut apakah mereka memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Pertanyaan tersebut tidak akan memicu tindakan tersebut, tetapi justru menunjukkan bahwa kita peduli.

Temani mereka. Jangan meninggalkan seseorang sendirian jika berada dalam situasi yang membahayakan atau berisiko melakukan tindakan fatal.

Bantu menghubungi tenaga profesional. Dampingi mereka untuk mendapatkan pertolongan ke puskesmas, rumah sakit terdekat, atau menghubungi Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah tersebut.

Polres Karimun pun terus memperkuat langkah-langkah preventif dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.

“Kami tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi masalah,” ujar AKBP Yunita Stevani, Jumat (11/9/2026).

Kapolres menegaskan, pencegahan bunuh diri bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Diperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur yang berada paling dekat dengan kehidupan warga.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Imbauan tersebut disampaikan setelah kembali terjadi dua peristiwa dugaan bunuh diri di dua wilayah berbeda di Kabupaten Karimun pada hari yang sama.

Peristiwa pertama terjadi di wilayah Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Seorang pria berinisial YA (40) ditemukan meninggal dunia di kediamannya.

Berdasarkan informasi awal kepolisian, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa kedua terjadi di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang pria lanjut usia berinisial B (80) ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

Dari keterangan awal yang dihimpun kepolisian, korban diduga mengalami tekanan psikologis berkaitan dengan penyakit menahun yang telah lama dideritanya.

Kedua kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental dan tekanan kehidupan membutuhkan perhatian serius dari lingkungan terdekat.

Bagi Polres Karimun, penguatan pendekatan sosial menjadi salah satu bagian penting dari strategi pencegahan.

Melalui Bhabinkamtibmas, polisi berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui lebih dini dan tidak berkembang menjadi kondisi yang membahayakan.

AKBP Yunita Stevani kembali mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian, membangun komunikasi dalam keluarga, serta tidak membiarkan seseorang menghadapi persoalan berat seorang diri.

“Perkuat keimanan dan kepedulian. Mari saling memperhatikan kondisi psikologis keluarga, kerabat maupun tetangga di sekitar kita,” pesannya.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest