Banner iklan

Dinkes Kotamobagu Gandeng RSUP Kandou Perkuat Kompetensi Tenaga Medis

More articles

KOTAMOBAGU,Investigasi.News— Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat kapasitas dan kompetensi tenaga medis dalam memberikan pelayanan terhadap penyakit malaria. Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan RSUP Prof. R.D. Kandou Manado dalam pelaksanaan Pelatihan Tata Laksana Malaria bagi Tenaga Medis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung  tanggal, 10–15 Agustus 2026 di Hotel Quality Manado, tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan malaria agar penanganan pasien dilakukan secara tepat, cepat, bermutu, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Kotamobagu. Mereka terdiri atas dokter yang bertugas di lima Puskesmas, pengelola program malaria, pengelola program dari RSUD Kotamobagu dan rumah sakit swasta, pengelola program Dinas Kesehatan, serta pengelola program lintas program.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, Hj. dr. Wahdania Lali Mantang, M.Kes., mengatakan pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis, mulai dari mengenali gejala dan tanda malaria hingga menentukan pemeriksaan diagnostik yang tepat.

“Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga medis dalam memberikan pelayanan malaria yang bermutu dan sesuai dengan standar,” ujar dr. Wahdania.

Menurutnya, peserta juga dibekali kemampuan melakukan tata laksana malaria sesuai jenis dan kondisi pasien. Materi pelatihan turut menitikberatkan pada kemampuan mengenali serta menangani malaria berat, termasuk menentukan indikasi rujukan apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Tenaga medis juga dibekali kemampuan untuk mengenali dan menangani malaria berat, termasuk menentukan indikasi rujukan,” jelasnya.

Selain aspek klinis, pelatihan mencakup pemantauan pengobatan, pencatatan, dan pelaporan kasus malaria. dr. Wahdania menilai pencatatan dan pelaporan yang baik penting untuk mendukung program pengendalian malaria secara terarah dan berkelanjutan.

“Dengan data yang baik, program pengendalian malaria dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu berharap peningkatan kapasitas tenaga medis dapat menciptakan pemahaman dan tata laksana malaria yang lebih seragam di Puskesmas maupun rumah sakit.

“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diterapkan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan malaria yang semakin baik,” tuturnya.

Melalui kerja sama dengan RSUP Prof. R.D. Kandou Manado, Dinkes Kotamobagu berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan sekaligus meningkatkan ketepatan diagnosis, pengobatan, pemantauan pasien, serta pencatatan dan pelaporan malaria.

“Yang paling penting bukan hanya mengikuti pelatihan, tetapi bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat,” pungkas dr. Wahdania. (**)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest