Banner iklan

Cegah KLB, Petugas Surveilans Puskesmas Sumberpucung Lacak Suspect Campak pada Bayi di RS Wava Husada

More articles

SUMBERPUCUNG – Petugas surveilans Puskesmas Sumberpucung bergerak cepat melakukan pelacakan terhadap kasus suspect campak pada seorang bayi berusia 3 bulan yang tengah dirawat di RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan penyelidikan epidemiologi (PE) tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan adanya gejala klinis yang mengarah pada dugaan campak, berupa demam tinggi disertai ruam merah pada tubuh bayi.

Kepala Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmawati Daha, mengatakan pelacakan tersebut merupakan bagian dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayah kerja Puskesmas Sumberpucung.

“Begitu menerima informasi adanya suspect, tim surveilans langsung kami turunkan ke RS Wava Husada untuk verifikasi diagnosis, pengambilan sampel spesimen, serta penelusuran riwayat imunisasi dan kontak erat pasien,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan vitamin A kepada bayi dan kedua orang tuanya yang merupakan kontak erat selama menjalani perawatan di rumah sakit. Pemberian vitamin A dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah komplikasi serius dan menekan risiko dampak berat akibat infeksi campak.

Selain melakukan verifikasi di rumah sakit, petugas surveilans Puskesmas Sumberpucung, Tutik, juga melakukan kunjungan ke rumah untuk mendata kontak erat, memeriksa status imunisasi MR pada balita di sekitar tempat tinggal pasien, serta memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya isolasi dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Dari hasil penelusuran, bayi tersebut belum mendapatkan imunisasi campak karena memang belum cukup usia. Imunisasi campak diberikan mulai usia 9 bulan. Sementara itu, kontak erat, yaitu ayah, ibu, dan kakak bayi tersebut, sudah mendapatkan imunisasi campak,” kata Tutik.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan, seluruh kontak erat hingga saat ini tidak menunjukkan gejala serupa.

“Alhamdulillah, seluruh kontak erat tidak ada yang mengalami gejala serupa,” tambahnya.

Follow up pasien susp campak

Pihak Puskesmas Sumberpucung mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Apabila menemukan anak dengan gejala demam disertai ruam atau bintik merah, batuk, pilek, serta mata merah, masyarakat diminta segera memeriksakannya ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Hingga berita ini diturunkan, sampel spesimen pasien telah dikirim ke laboratorium rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pasien juga masih dalam pemantauan tim medis dengan kondisi dilaporkan stabil. Guh

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest