KOTAMOBAGU,Investigasi.News — Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mendorong peningkatan keterampilan masyarakat agar mampu bersaing di dunia kerja sekaligus menciptakan peluang usaha mandiri. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Pelatihan Barista Tahun 2026 yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Kotamobagu, Selasa (15/9/2026).
Mewakili Wali Kota Kotamobagu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sahaya S. Mokoginta, secara resmi membuka kegiatan yang berlangsung di Aula Kodim 1303 Bolaang Mongondow tersebut.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan di bidang penyajian kopi. Peserta diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagai bekal memasuki dunia kerja, membuka usaha sendiri, maupun mengembangkan usaha yang telah dijalankan.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Sahaya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Kotamobagu atas inisiatif menyelenggarakan pelatihan keterampilan yang dinilai relevan dengan perkembangan peluang usaha saat ini.
Menurutnya, industri kuliner dan minuman, khususnya usaha kopi, terus menunjukkan potensi ekonomi yang menjanjikan. Perkembangan tersebut membuka ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengembangkan kompetensi sekaligus menangkap peluang usaha.
“Perkembangan usaha kuliner dan minuman, khususnya industri kopi, terus mengalami pertumbuhan. Kopi saat ini bukan sekadar minuman, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup dan peluang ekonomi yang sangat menjanjikan,” ujar Sahaya.
Ia menegaskan, keterampilan menjadi barista dapat menjadi modal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi. Namun, kemampuan seorang barista tidak hanya diukur dari keterampilan meracik kopi dengan cita rasa yang baik.
Seorang barista juga dituntut menguasai teknik penyajian, menjaga konsistensi dan kualitas produk, serta memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Perpaduan keterampilan teknis dan kualitas pelayanan tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan industri kopi.
Karena itu, Wali Kota berharap pelatihan tersebut tidak sekadar menghasilkan peserta yang memperoleh pengetahuan dan sertifikat, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan yang didapat untuk menghasilkan manfaat ekonomi secara nyata.
“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh diharapkan benar-benar dipraktikkan, baik untuk bekerja, membuka usaha sendiri, maupun mengembangkan usaha yang sudah ada,” tegasnya.
Pemkot Kotamobagu, lanjutnya, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui berbagai program pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya juga diharapkan terus diperkuat agar program pelatihan keterampilan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berkelanjutan dan mampu membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas.
Kegiatan pembukaan Pelatihan Barista Tahun 2026 tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat di lingkungan Pemkot Kotamobagu, camat, lurah, sangadi se-Kota Kotamobagu, para narasumber, serta puluhan peserta pelatihan.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan kompetensi di bidang usaha kopi dan menjadikannya sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan produktivitas serta kemandirian ekonomi.(**)













