Pidie Jaya, Investigasi.News — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyalurkan bantuan masa panik kepada Salamiah (70), seorang lansia yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran rumah di Desa Pangwa Kuta, Kecamatan Trienggadeng, Jumat (23/10/2026). Pemerintah daerah juga berupaya mencarikan solusi agar korban dapat kembali memiliki rumah untuk menjalani hari tuanya.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pidie Jaya bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD dan Plt. Kepala Dinas Sosial. Bantuan yang diberikan meliputi perlengkapan dapur, kebutuhan sehari-hari, serta material bangunan berupa seng dan tripleks untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak korban pascakebakaran.
Bupati Pidie Jaya yang akrab disapa Nyak Syi mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Ia berharap bantuan itu dapat meringankan beban korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar setelah kehilangan tempat tinggal.
“Hari ini kita mengantarkan langsung bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran. Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan beban korban,” ujar Bupati.
Tak hanya memberikan bantuan masa panik, pemerintah daerah juga berupaya mencari sumber pendanaan untuk membangun kembali rumah Salamiah agar korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Menurut Bupati, upaya tersebut akan ditempuh melalui Baitul Mal maupun sumber pendanaan lain, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK), dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Kita akan berusaha membantu membangun kembali rumah korban, baik melalui Baitul Mal maupun dana APBK, sesuai mekanisme yang ada,” tegasnya kepada Investigasi.News.
Di tengah duka akibat musibah tersebut, Salamiah berharap pemerintah dapat segera merealisasikan bantuan pembangunan rumah. Di usianya yang telah menginjak 70 tahun, kehilangan tempat tinggal menjadi beban berat yang harus dihadapinya.
Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan harapannya agar dapat kembali menempati rumah sendiri seperti sebelum kebakaran terjadi.
“Semoga pemerintah bisa secepatnya membantu membangun kembali rumah saya, supaya saya bisa tinggal seperti sebelum terjadi kebakaran,” ungkap Salamiah dengan suara bergetar.
Berdasarkan keterangan keluarga, rumah semi permanen milik Salamiah terbakar sekitar pukul 18.15 WIB. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik setelah muncul percikan api dari kabel yang terhubung ke rumah tersebut. Penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan oleh pihak berwenang.
Marzuki, anak korban, mengatakan kebakaran itu menghanguskan hampir seluruh barang milik ibunya, termasuk dokumen penting dan uang simpanan yang selama ini disimpan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Semua habis terbakar, Bang. Surat-surat berharga, termasuk uang simpanan Ibu, semuanya ikut terbakar,” tuturnya dengan nada sedih.
Ia menduga api bermula dari kabel listrik yang menjuntai menuju rumah ibunya. Menurutnya, kabel tersebut mengeluarkan percikan api sebelum kebakaran meluas.
“Dari kabel itu, Bang, api berasal,” ujarnya sembari menunjukkan kabel yang masih menjuntai di sekitar puing-puing rumah yang terbakar.
Musibah yang menimpa Salamiah menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak cukup berhenti pada penyaluran bantuan darurat. Bagi korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, kepastian pemulihan menjadi kebutuhan mendesak agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.
(KH)













