Banyuasin, Investigasi.News – Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini (PAUD) terus diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026. Salah satu lembaga pendidikan yang menerima bantuan tersebut adalah PAUD Terpadu Ananda, yang berlokasi di Desa Tirta Kencana, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Bantuan revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Ketua Yayasan PAUD Terpadu Ananda, Lagiman, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui kementerian terkait atas perhatian pemerintah terhadap peningkatan fasilitas pendidikan anak usia dini.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin atas dukungan terhadap kemajuan dunia pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Makarti Jaya.
Menurut Lagiman, bantuan revitalisasi tersebut menjadi kesempatan penting bagi yayasan untuk meningkatkan kualitas fasilitas sekolah sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar dan bermain dalam lingkungan yang lebih representatif.
Adapun bantuan revitalisasi yang diterima PAUD Terpadu Ananda mencakup empat item pekerjaan, yakni:
- Pembangunan ruang kelas baru (RKB) sebanyak tiga lokal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
- Pembangunan pagar sekolah guna meningkatkan keamanan lingkungan pendidikan.
- Pembangunan jalan setapak untuk memudahkan akses dan mobilitas warga sekolah.
- Pembangunan area bermain anak yang dilengkapi berbagai fasilitas dan permainan edukatif untuk mendukung aktivitas serta perkembangan anak.
Lagiman berharap pembangunan berbagai fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik, tenaga pendidik, maupun masyarakat sekitar.
Ia juga berharap perhatian pemerintah terhadap sarana dan prasarana pendidikan di wilayah pedesaan terus berlanjut, sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas sejak usia dini.
“Melalui bantuan revitalisasi ini, kami berharap PAUD Terpadu Ananda semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik. Fasilitas yang dibangun bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan anak-anak,” ungkap Lagiman.
Program revitalisasi ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini, sekaligus mendorong terciptanya generasi yang sehat, cerdas, kreatif, dan berkarakter.
(Mas Suprene)













