Banner iklan

Mubes II Suku Besar Byak Di Tanah Tabi, Momentum Konsolidasi Adat Dan Pewarisan Budaya

More articles

Jayapura, Investigasi.News – Musyawarah Besar (MUBES) II Suku Besar Byak Kain-Kain Karkara Byak Sup Tabi yang digelar di D’Santee, Holtekamp, Port Numbay, Jayapura, Selasa (4/11/2026), berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pelaksanaan MUBES II ini menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Byak dalam memperkuat persatuan, membangun konsolidasi antartokoh adat, serta merumuskan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.

Kesuksesan penyelenggaraan musyawarah besar tersebut patut mendapat apresiasi. Sebelumnya, MUBES I yang berlangsung di PUSDIKLAT Kota Raja Dalam, Kota Jayapura, juga berjalan tanpa hambatan. Keberhasilan kedua agenda ini mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen masyarakat adat Byak dalam menjaga ketertiban serta memperkuat eksistensi kelembagaan adat.

MUBES II yang berlangsung di kawasan Holtekamp tersebut turut dihadiri Anggota Komisi XIII DPR RI, Tonny Tesar, S.Sos., beserta tim. Kehadiran perwakilan legislatif ini menjadi bagian dari perhatian terhadap dinamika kehidupan masyarakat adat dan pentingnya menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Hadir pula MANFUN Kawasan Byak, Apolos Sroyer, yang didampingi MANFASFAS Gerald Kafiar. Sejumlah tokoh adat dan kepala-kepala adat Byak atau Mananwir dari berbagai wilayah turut mengambil bagian dalam forum tersebut.

Peserta MUBES II tidak hanya berasal dari wilayah Pulau Byak, tetapi juga mencakup masyarakat adat Byak yang berdomisili di luar wilayah asalnya. Para Mananwir hadir dari Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, Keerom, hingga Mamberamo.

Selain itu, forum tersebut turut melibatkan kepala-kepala adat dari masing-masing Bar-Bar (Baryak) yang berada di berbagai wilayah domisili masyarakat Byak di luar Pulau Byak.

Kehadiran para tokoh adat lintas wilayah ini menjadi gambaran kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Byak, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai adat tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan, meskipun masyarakatnya tersebar di berbagai daerah.

MUBES II Suku Besar Byak tidak sekadar menjadi forum pertemuan para tokoh adat, tetapi juga memiliki arti strategis dalam menjaga identitas budaya dan memperkuat tatanan sosial masyarakat Byak.

Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, keberadaan forum adat menjadi penting sebagai ruang komunikasi, musyawarah, dan konsolidasi untuk memastikan nilai-nilai leluhur tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan pandangan di antara para pemangku adat dalam menjaga keharmonisan, memperkuat hubungan antarkelompok masyarakat, serta mempertahankan tradisi yang menjadi ciri khas Suku Besar Byak.

Konsolidasi antartokoh adat juga memiliki nilai penting bagi masyarakat Byak yang berada di wilayah perantauan. Ikatan adat dan persaudaraan menjadi jembatan untuk menjaga hubungan dengan tanah asal, sekaligus mempertahankan identitas budaya di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Salah satu harapan besar yang mengemuka dari MANFUN Suku Byak bersama para Mananwir adalah pentingnya memberikan ruang dan perhatian lebih kepada generasi muda.

Generasi muda dan kaum perempuan diharapkan menjadi bagian penting dalam proses pelestarian budaya, sekaligus dipersiapkan sebagai penerus yang memiliki pemahaman mendalam terhadap sejarah, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur Suku Besar Byak.

Regenerasi tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kepemimpinan, tetapi juga sebagai proses pewarisan pengetahuan, tanggung jawab, dan identitas budaya kepada generasi berikutnya.

Pemahaman terhadap adat dinilai menjadi modal penting agar generasi muda mampu menjaga tradisi, menghormati para leluhur, serta membawa nilai-nilai budaya Byak ke dalam kehidupan modern tanpa kehilangan jati diri.

Dengan demikian, pelestarian adat tidak berhenti pada pelaksanaan seremoni atau kegiatan musyawarah semata, tetapi harus diwujudkan melalui pendidikan budaya, keterlibatan generasi muda, serta penguatan hubungan antargenerasi.

Pelaksanaan MUBES II Suku Besar Byak Kain-Kain Karkara Byak Sup Tabi di Holtekamp diharapkan menjadi landasan bagi penguatan koordinasi antartokoh adat, peningkatan solidaritas masyarakat, serta keberlanjutan nilai-nilai budaya Byak di Tanah Tabi dan wilayah perantauan.

Musyawarah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat adat tidak hanya terletak pada keberadaan para pemimpin adat, tetapi juga pada kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati tradisi, dan meneruskan warisan budaya kepada generasi berikutnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui MUBES II, Suku Besar Byak diharapkan semakin kokoh dalam menjaga identitas, memperkuat kelembagaan adat, serta memastikan nilai-nilai luhur budaya Byak tetap hidup dan dihormati sepanjang masa.

(Jhonsa) 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest