Polisi Ungkap Peran Tiga Pelaku dalam Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati

More articles

spot_img

Jateng, Investigasi.newsKasus pengeroyokan yang menewaskan bos rental mobil asal Jakarta, BH, di Pati pada Kamis (6/6/2024), terkuak dengan peran signifikan dari tiga pelaku. Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu, mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers di Mapolresta Pati pada Senin, (10/6/2024).

Peristiwa tragis dimulai saat BH dan tiga rekannya mencari mobil rental yang hilang di Sukolilo, Pati. Mereka diduga sebagai maling oleh warga saat mencoba mengambil mobil dengan kunci cadangan, yang kemudian memicu amukan massa.

“Apesnya, aksi mereka terlihat warga yang menduga mereka sebagai maling. Warga pun berteriak maling dan mengundang warga lainnya berdatangan. Keempat korban lalu dihajar massa hingga babak belur,” terang Satake.

Tiga pelaku, EN, seorang petani, BC, buruh tani, dan AG, wiraswasta, memiliki peran krusial dalam insiden tersebut. EN dan BC mengejar serta menghadang mobil korban, sementara AG melindas korban dengan sepeda motor dan melakukan pemukulan.

“Sedangkan tersangka AG, seorang wiraswasta, perannya adalah melindas korban dengan roda dua mengenai lengan kanan, dada, sampai lengan kiri, kemudian juga memukul korban,” lanjut Kombes Satake.

Polisi segera turun ke lokasi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit, namun, BH meninggal dunia pada malam harinya. Ketiga pelaku ditahan dan dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kombes Satake menegaskan bahwa penanganan perkara masih berlanjut dan jumlah tersangka bisa bertambah.

“Penanganan perkara masih terus berlanjut. Jumlah tersangka masih bisa bertambah. Petugas akan memburu para pelaku yang belum tertangkap, Kami himbau kepada para pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut agar segera menyerahkan diri,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya untuk tidak bertindak sendiri tanpa konfirmasi yang jelas, serta menghimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melapor ke polisi jika menemui kejadian serupa.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar jangan main hakim sendiri. Kalau ada kejadian untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat,” tandas Satake.

(Arif)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img