Di Sula: Ibunya Bayar Hutang Sulit, Eh Anaknya Malah Nyaleg Elit

Malut, Investigasi.news – Merupakan sesuatu hal yang wajar atau normatif jika maju dalam kontestasi demokrasi itu ada biaya, kita bisa menyebutnya _cost politik_, dan sudah menjadi rahasia umum untuk bertarung pada pentas demokrasi di Kepulauan Sula itu cost politiknya diatas rata-rata.

Namun disini kita tidak sedang membahas cost politik meski ada kaitannya, sesungguhnya yang mau dirilis adalah keluhan salah satu pengusaha toko bangunan (material) di Sanana (kota Kab. Kepulauan Sula) yang merasa jengkel menyaksikan beberapa orang yang maju caleg ternyata punya hubungan keluarga dan dekat dengan orang yang berhutang kepada dirinya dalam jumlah yang besar dan sudah bertahun-tahun.

“Dorang (mereka-red) tidak malu maju sebagai caleg sementara orang terdekat mereka punya hutang ratusan juta”, ujar salah satu pemilik toko material di Sanana (22/1).

Pengusaha bahan bangunan ini mengkisahkan seperti suaminya yang maju caleg tapi isterinya punya hutang ratusan juta ke saya, atau juga itu anaknya maju caleg DPRD Kab. Kepulauan Sula dapil III sedang ibunya punya hutang material kepada saya nilainya juga ratusan juta rupiah.

“Itu caleg dari partai merah, ibunya punya hutang material ratusan juta dan sudah 3 tahun belum di lunasi”, pungkasnya kesal.

Dirinya berharap, mereka semua bisa menunaikan kewajibannya, karena bagaimana mungkin mereka mengkampanyekan diri mereka, mempromosikan diri, sedangkan pada orang terdekat, orang sekitar mereka itu abai terhadap hak dan kewajiban.

“Jangan nanti dikira orang nyaleg elit tapi bayar hutang sulit”, kata pemilik toko bangunan tadi sambil tertawa renyah.

Namun demikian dirinya masih enggan memperkarakan mereka menyangkut hutang-piutang tadi, dan lebih melihat itikad baik mereka menyelesaikan kewajiban mereka tadi.

( RL )

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles