Eks.Bupati Sula Bantah Tudingan Aniaya Masyarakat, Malah Diduga Ada Misi Terselubung

More articles

spot_img

Malut, Investigasi.newsPublik Kepulauan Sula sore tadi sempat dihebohkan oleh kabar yang menyebutkan bahwa mantan/eks. Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes menganiaya salah seorang warga desa Fatiba di Kec. Sulabesi Tengah yang berinisial HU.

Kabar sepihak tadi juga sempat menceritakan bahwa insiden pemukulan tersebut berawal dari persoalan hutang-piutang dan korban pemukulan HU dikabarkan juga sudah melakukan pelaporan/aduan ke Polres Kepulauan Sula setelah sebelumnya melakukan visum.

Kabar ini kemudian berkembang begitu cepat, sehingga permasalahan yang belum 100% diketahui kebenarannya lantas menghakimi Hendrata Thes sampai kepada penolakan dirinya sebagai Calon Bupati Sula pada pilkada bulan November 2024 mendatang.

Namun ketika beberapa media coba mengkroscek kabar ini dengan menemui yang bersangkutan, ternyata ada bantahan atas semua yang dituduhkan.

“Sabar jaringan kurang bagus di Soamole, Beta (saya) menuju kerumah nanti tunggu dirumah saja kalo mau wawancara”, ujar Hendrata Thes dari ujung sambungan telepon.

Lantas beberapa awak media menemui dikediamannya, pria yang populer disapa HT ini membantah kalo telah memukul SU.

“Tangan saya besar ini kalo memukul mungkin bisa berdarah atau robek (luka berat) bapak itu, tapi tidak memukul hanya kami saling dorong, karena beliau yang lebih dulu berdiri dan menantang, saya hanya membela diri”, ungkap HT sore tadi di kediamannya (25/3).

Dirinya menjelaskan, peristiwa bermula HU mendatangai lokasi kerjanya, kemudian meminta sejumlah uang tanpa rincian, apapun.

“Saya bingung disuruh membayar atas apa yang belum saya pahami, karena tidak ada rincian, tidak ada kontrak, tidak ada perjanjian, makanya kalo dia (HU) bilang di media ada hutang-piutang maka saya minta dibuktikan dasar hutang itu”, sambung HT.

Lebih lanjut HT bercerita jika tidak ada galian C yang diambil dari saudara HU, kemudian menyangkut kontrak lahan itu tidak betul karena HT hanya berhubungan dengan pemerintah desa.

“Jika Pak HU mempermasalahkan jalan masuk harusnya dibicarakan baik-baik karena bertahun-tahun tidak pernah ada masalah seperti ini”, pungkas HT.

Kepada media yang datang,  HT mengaku siap menghadapi laporan Pak HU bahkan tidak menutup kemungkinan dirinya akan melakukan laporan balik karena merasa diancam, diperas dan menerima perlakuan yang tidak menyenangkan.

Disentil media menyangkut insiden yang cepat berkembang dan menjadi diskusi diruang-ruang publik media sosial (medsos), HT hanya tersenyum dan mengisyarakatkan jika ini sudah masuk tahun politik pilkada 2024.

Sementara itu sampai berita ini ditayangkan, kami masih berupaya menghubungi SPKT Polres Sula dan HU.

( RL )

 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img